Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tips Fotografi
Seru-seruan Bermain 'Puisi Warna' dengan Lollipop
Tips Fotografi

Seru-seruan Bermain 'Puisi Warna' dengan Lollipop


Ari Saputra - detikInet

Permen lollipop yang dijepret dengan diafragma f/10, ISO 125 dan speed 117 detik (Ari/detikINET)
Jakarta - Warna-warni permen lollipop memanjakan lidah untuk selalu bermanis rasa dan memantik siapa saja untuk berimajinasi. Dari produser, pembuat film, penulis, desainer, hingga musisi dan pujangga pernah mengutip cerita lollipop dalam karya-karyanya.

Bagi fotografer, memotret warna-warni lollipop yang atraktif bisa melakukan dengan mudah. Tinggal dibawa ke tempat terang, dipotret dengan kamera handphone sekalipun, warna pelangi lollipop sudah tersaji apik.

Tetapi bagi sebagian orang, itu masih minim kejutan. Perlu ada elemen lain yang membuat permen lollipop lebih berdenyut dan lebih puitis. Misalkan dengan menambahkan unsur cahaya LED warna-warni yang mengitari lollipop untuk memberi kesan glamour dan dinamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana membuatnya? Tinggal menyiapkan lampu LED kecil, tripod dan sebuah kamera yang menyediakan mode 'BULB'. Selebihnya tinggal mengandalkan teknik 'long exposure' untuk merampungkan pemotretan.



Sebelumnya, mintalah teman untuk memegang lollipop meski bantuan itu tampaknya sia-sia. Sebab, pemotretan akan menggunakan long exposure dan mensyaratkan lollipop tidak bergeming lebih dari 30 detik. Goyang sedikit saja, maka ketajaman foto akan berkurang drastis

Sebagai gantinya, jepitlah tangkai lollipop pada sesuatu yang membuatnya siap difoto. Kalau tidak ada, gantungkan lollipop sehingga membuatnya tidak bergerak untuk waktu yang lama. Dalam pemotretan ini, lollipop digantung pada jemuran baju. Nantinya, hasil foto tinggal dibalik di komputer (flip vertical).

Pada waktu bersamaan, siapkan tripod dan kamera pada mode BULB. Menu ini membuat rana kamera akan membuka selama fotografer memencet shutter. Mau dipencet 1 menit atau 30 menit, maka rana akan merekam cahaya yang masuk selama itu juga.

Fasilitas BULB memang ditawarkan untuk memotret dengan tingkat pencahayaan yang tidak sebentar (long exposure). Yakni lebih lambat dari yang disediakan ( dari speed tercepat 1/8000 detik atau terlama yaitu 30detik -- tiap kamera mempunyai kecepatan yang tidak sama).

Settinglah ISO pada ukuran terendah, misalkan 100 atau 200 guna meminimalisir grainy. Atur diafragma pada ukuran kecil misalkan f/8 atau f/11 supaya cahaya yang masuk ke kamera makin minim. Setel fokus lensa pada mode manual karena autofocus akan kesulitan melacak subjek pada kondisi gelap.

Setelah semua siap, matikan lampu hingga ruangan gelap gulita. Satu-satunya cahaya tinggal lampu LED kunang-kunang sebesar bokong kunang-kunang betulan. Biasanya lampu warna-warni ini menjadi salah satu sparepart elektronik yang belakangan dipakai untuk permainan anak kecil.



Kemudian sinari lollipop menggunakan cahaya LED. Buat gerakan berputar sehingga merata ke seluruh bagian. Tetap konsentrasi untuk menghindari gerakan tangan menyenggol lollipop pada ruang gelap ini.

Sejalan dengan itu, pencet shutter kamera dan jangan dilepas untuk tempo yang tidak cepat. Lama tidaknya memencet shutter bisa diperkirakan dengan kondisi ruangan dan intensitas lampu LED. Bisa satu menit, bisa dua menit atau lebih. Pada contoh artikel ini, shutter ditekan dari 60 hingga 120 detik untuk membuat pilihan efek foto yang berbeda.

Kalau telunjuk pegal memencet dan menunggu selama itu, terdapat cable release untuk meringankan pekerjaan ini. Dengan alat tersebut, fotografer bisa mensetting waktu dan lamanya rana membuka (speed) sesuai kebutuhan. Cek asesoris cable release yang compatible pada kamera masing-masing.

Setelah selesai menjepret, tunggu beberapa saat sampai kamera merekam cahaya dengan sempurna. Jangan buru-buru untuk menjepret lagi hingga foto long exposure lollipop benar-benar sudah selesai dihasilkan.

Beberapa kasus, kamera mengalami error karena tidak sabar menunggu. Bisa karena kamera dimatikan (off), memencet tombol preview atau kembali memencet shutter di saat kamera belum selesai merekam long exposure.

Ulangi beberapa kali jepret untuk pilihan gambar yang lebih variatif. Lalu koreksi di komputer sebatas koreksi minor yang diperlukan seperti cropping dan saturasi lollipop.

Finally, foto lollipop warna-warni siap disajikan menjadi sebuah narasi yang simpel namun mengena. Siapa saja bisa menambahkan dengan elemen lain atau subjek yang berbeda seperti bentang kota, landscape atau saat pesta kembang api.

Selebihnya, biarkan foto bertutur dengan caranya sendiri. Karena fotografer tidak bisa berpuisi dengan kata-kata melainkan dengan cahaya, permainan warna dan komposisi yang mampu menembus batas rasa. Selamat berkreasi!



(Ari/rou)







Hide Ads