Kamera Medium Format Paling Ringkas & Praktis
Hide Ads

Kamera Medium Format Paling Ringkas & Praktis

Enche Tjin - detikInet
Sabtu, 03 Okt 2015 17:01 WIB
Perbandingan ukuran kamera medium format Leica S (kiri) dengan Pentax 645z dengan ukuran sensor yang sama.
Jakarta -

Di ranah kamera medium format, tidak banyak pemain yang bertahan di era digital. Leica, Phase One, Hasselblad and Pentax adalah beberapa dari perusahaan yang masih aktif. Tanggal 2 Oktober 2015 ini, Leica Indonesia mengumumkan Leica S type 007. Kamera ini merupakan kamera DSLR medium format ketiga dari Leica setelah Leica S2 (2009), Leica S type 006 (2014).

Konsep desain Leica S ini agak unik dan berbeda dengan sistem kamera medium format lainnya. Sebagian besar kamera medium format yang lain berukuran sangat besar dan berat, sehingga meskipun memungkinkan, tapi tidak praktis untuk dibawa ke luar ruangan. Sedangkan Leica S bentuknya jauh lebih ringkas, lebih mirip kamera DSLR profesional.

Supaya praktis dan ringkas, Leica memilih ukuran sensor 45 x 30 mm. (56% lebih besar daripada sensor full frame 36 x 24 mm). Pilihan format sensor ini tidak sebesar medium format klasik (sekitar 55 x 40mm) tapi memberikan keseimbangan yang lebih baik untuk berbagai jenis fotografi. Kemudian, desain Leica S juga dirancang ulang dari nol, sehingga tidak perlu memperhitungkan kompatibilitas dan flange back distance lensa jaman film.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ukuran kamera medium format klasik yang besar membuat depth of field sangat tipis, sehingga untuk mendapatkan bidang fokus yang tajam perlu menutup bukaan lensa cukup kecil misalnya sampai f/16-22. Bukaan yang terlalu kecil membuat cahaya yang masuk ke kamera juga sedikit, membutuhkan cahaya flash yang sangat kuat atau mendudukkan kamera ke tripod. Selain itu, sebagian besar lensa paling optimal digunakan di bukaan sedang, antara f/4-8). Desain Leica S (007) ini membuat memotret dengan medium format lebih fleksibel di studio maupun di lapangan.

 

Detail foto saat di zoom 200% (2:1) masih tajam.

 

Perbedaan yang paling berarti dari type 006 ke 007 terletak pada processor dual core yang dinamakan Maestro II, dan sensor CMOS yang memungkinkan kualitas gambar yang lebih baik dan kecepatan foto berturut-turut mencapai 3.5 foto per detik, sebuah angka yang mencatat rekor tercepat di dunia kamera medium format saat ini. Kualitas gambar di ISO tinggi juga lebih baik, dalam pengujian di dalam ruangan, saya melihat ISO 3200 masih menghasilkan foto dengan warna dan detail yang sangat baik. Noise yang timbul sangat halus.

Pengunaan sensor CMOS ini memungkinkan untuk merekam video. Leica S ini dapat merekam video Full HD dan 4K 24fps langsung ke kartu memory dengan kecepatan minimum 95 MB/s selama 29 menit.

Memang, dalam resolusi foto, Leica S ini terlihat biasa saja untuk format medium format yaitu hanya 37.5 Megapixel, tapi dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi tapi saat dipasang dengan lensa Leica S yang berkualitas, ketajaman dan detail di tingkat pixel jauh lebih baik, bahkan setelah di zoom 200% detail foto masih terlihat tajam. Karena filenya berukuran relatif kecil yaitu sekitar 40 MB, maka fotografer dapat memotret terus menerus tanpa kuatir kameranya macet karena kepenuhan data karena buffer 2 GB yang tersedia penuh.

Dari sejarah, Leica berusaha membuat kamera yang sepraktis mungkin di berbagai format, antaranya yang terkenal adalah sistem Leica M yang legendaris karena keringkasan kamera dan lensanya. Leica S 007 sepertinya merupakan kamera medium format yang paling praktis dan digunakan diberbagai kondisi saat ini.


Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com.

(rns/rns)
Berita Terkait