Hal ini kemudian coba dibuktikan Canon melalui PT Datascrip selaku pemegang merek, dengan merilis kamera digital saku terbarunya di ajang Mega Bazaar dan Fokus 2015 yang berlangsung hingga akhir pekan ini di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
"Kami melihat pasar kamera digital saku ini di Tanah Air masih ada. Masih ada kebutuhan untuk memiliki perangkat ini. Maka dari itu, Canon masih berupaya untuk menciptakan kamera saku dengan teknologi yang canggih," cetus Asa Theodorus Fanuel Prayogi, Marketing Executive Image Communication Product Division PT Datascrip saat ditemui detikINET di sela pameran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat smartphone ini bukan lah sebuah perlawanan, malah kami melihat ini sebagai pertemanan yang baik. Karena seperti yang kita ketahui, toh produk-produk kami kini sudah dilengkapi dengan teknologi konektivitas yang canggih, seperti NFC, Bluetooth, dan WiFi, sehingga konsumen bisa tetap eksis di media sosial," tegas Asa.
Asa juga mengatakan, hadirnya smartphone bukan sebuah ancaman, namun ia juga tak menampik adanya perubahan yang cukup signifikan dalam pasar kamera digital saku.
"Pengaruhnya pasti ada. Tapi, ini hanya terjadi pada konsumen awam yang tak paham soal fotografi dan tipikal pengguna yang ingin menjepret dengan instan," tambah Asa.
Canon sendiri di ajang ini telah memperkenalkan kamera digital saku terbarunya. Tak tanggung-tanggung, enam kamera digital saku anyar diperkenalkan sekaligus dalam ajang gadget dan fotografi itu.
Β
(rou/rou)