Mereka sudah menyiapkan 'amunisi' untuk bisa merenggut market share yang sudah didominasi nama-nama besar lainnya, terutama di jajaran mirrorless.
Perusahaan yang baru saja merilis seri OM-D E-M1 ini salah satunya menggarisbawahi teknologi image processing dan image stabilization sebagai teknologi unggulan mereka, sekaligus magnet kuat bagi konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengatasi salah satu masalah terbesar fotografi, yaitu camera shake," tegasnya belum lama ini. Pihaknya juga memiliki amunisi lain yang tak kalah pentingnya bagi fotografer yakni jajaran lensa.
Lucas menyadari bahwa di kategori mirrorless akan muncul pertanyaan "Berapa banyak lensa yang dimiliki?" Iapun mengklaim pihaknyalah yang memiliki jajaran lensa paling banyak di antara kamera mirrorless lain. "Dibandingkan dengan Sony, kami punya satu lensa lebih banyak," ujarnya.
"Teknologi lensa merupakan kekuatan kami dari awal. Ini adalah salah satu pembeda kami di antara perusahaan mirrorless lain," paparnya.
Mengembalikan 'Fotografi'

Pasar kamera telah berubah. Mau tak mau perusahaan-perusahaan kamera harus beradaptasi dengan pergeseran ini. Begitupun dengan Olympus. Berbicara kepada detikINET, Jumat sore (22/11/2013), Marc Radatt selaku General Manager - Imaging Business Division Olympus Imaging Asia Pacific mengatakan bahwa memang terjadi perubahan sangat cepat di pasar konsumen.
Jika dulunya Olympus memiliki pertumbuhan kuat di kamera kompak, kini realitasnya berbeda. Ia menjelaskan, "Pasar sudah berubah, market kamera kompak menurun. Apa yang terjadi sekarang adalah makin banyak orang yang memakai smartphone untuk mengambil foto. Namun, ada berapa banyak dari semua foto itu yang benar-benar 'dirayakan' dan melekat secara emosional?".
"Saya tahu dari pengalaman saya sendiri, saya ingat pernah memotret dan setelah itu langsung saya hapus dengan mudah dan cepat," imbuhnya.
Pihaknya pun berharap bisa mengembalikan fotografi sebagai sebuah passion dan sebuah seni. "Kami akan menjual lebih banyak lensa, kami berkomunikasi dengan lebih banyak konsumen, dan tetap menciptakan komunitas," tambahnya.
Ia mengakui smartphone tidak akan pernah hilang, begitupun dengan kenyamanan yang diciptakannya. "Namun pengguna smartphone akan berpikir untuk kembali ke 'fotografi', dan di sanalah market berada dan akan kami tuju. Kami ingin mengembalikan fotografi yang artistik dan menyenangkan yang dibantu dengan kamera mirrorless," tutur Marc.
Menurut Olympus sendiri, pasar mirrorless compact camera system di Asia mengalami pertumbuhan yang baik meski pihaknya tidak membeberkan angka spesifik.
Β
(sha/sha)