Situasi yang sempat memanas antara Jepang dan China turut berimbas pada fasilitas manufaktur Jepang yang berada di Negeri Tirai Bambu. Namun produsen kamera Canon tetap optimistis untuk bisa menaklukkan market China.
Berbicara kepada Wall Street Journal, Managing Director Canon Hideki Ozama mengatakan pihaknya telah memiliki rencana untuk berekspansi secara agresif ke China.
"China memiliki lebih dari 300 kota berpopulasi 1 juta atau lebih, dan operasi Canon hanya meliputi 16 kota terbesar. Masih banyak hal yang harus kami lakukan," ujar Ozama. Ia berharap, pihaknya bisa meningkatkan penjualan di negara tersebut dari USD 3 miliar menjadi USD 10 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan, beberapa bulan lalu, fasilitas-fasilitas milik Jepang yang ada di China mengalami gangguan operasional akibat adanya sentimen ini. Canon pun sempat dikabarkan terkena efeknya.
Salah satu blog teknologi China M.I.C Gadget bahkan menurunkan laporan, akibat situasi yang memanas, kalangan fotografer yang memakai kamera buatan Canon hingga Nikon terpaksa melindungi peralatannya agar terhindar dari seragan aktivis anti-Jepang. Caranya? Ada yang menutupnya dengan sticker hingga bendera.
(sha/ash)