Kehadiran grip melekuk dan built-in flash di bagian atas bodi berperan dalam perubahan desain seri 1 yang mengusung sistem interchangeanle lens ini. Alhasil, tampilannya lebih terkesan 'serius' seiring dengan spesifikasinya yang ditingkatkan sana-sini.
Ditujukan bagi konsumen yang sudah memiliki DSLR dan menginginkan piranti yang lebih portable, V2 dibekali dengan prosesor Expeed 3A, dan sensor yang sudah ditingkatkan menjadi beresolusi 14,2 MP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski spek-nya bagus, namun ada downside di sini, yakni di ukuran sensornya. Sensor dengan format CX dengan ukuran 13.2 x 8.8mm jelas lebih kecil dibandingkan APS-C yang bisa ditemui di produk pesaing seperti Canon dengan harga yang hampir sama.
Dikutip dari Engadget, Rabu (24/10/2012), V2 akan dijual di bulan November dengan harga USD 799,96 (body only) atau sekitar Rp 7,6 juta (USD 1=Rp 9.625) Kamera ini kompatibel dengan lensa Nikkor milik jajaran DSLR Nikon lewat bantuan adapter.
Nikon juga menyediakan lensa kit 10-30mm. Untuk paketan ini dibanderol dengan harga USD 899.95 (Rp 8,6 juta). V2 melenggang bersamaan dengan speedlite baru yang ikut dirilis dan lensa anyar 70-200mm f/4 untuk DSLR yang dibanderol USD 1.399,95.
(sha/fyk)