Persamaan dengan pendahulunya pertama bisa ditilik dari sisi sensor. Sensor yang dimiliki Fuji X-E1 sama dengan milik X-Pro1 yakni Xtrans MOS APS-C dengan resolusi 16 juta pixel. Begitupun dengan prosessor dan lens mountnya juga tidak berbeda.
Perbedaan yang terlihat adalah pada keberadaan in-built flash dan ukuran bodi, di mana kamera ILC terbaru ini lebih kecil dibandingkan X-Pro1. Dan juga, Fuji memilih untuk menggantikan hybrid viewfinder seperti yang ada di X-Pro1, dengan electronic viewfinder.
Dikutip detikINET dari TechRadar, Kamis (6/9/2012), jendela bidik ini memiliki resolusi 2,36 juta titik sehingga menjadikannya sebagai salah satu EVF dengan resolusi tertinggi di market.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut spesifikasi lengkap Fujifilm X-E1:
- 16.3 million pixel APS-C X-Trans CMOS sensor
- EXR Processor Pro
- Fujifilm X mount (for Fujinon XF lenses)
- 2.36 million dot OLED EVF
- 2.8 inch, 460k dot LCD screen
- ISO 200-5400, extendable to ISO 100 and ISO 12800/25600
- Full HD video recording
Diberitakan oleh SlashGear bahwa kamera ini akan dijual pada bulan November 2012 dengan label harga USD 999,95 untuk bodinya saja. Sedangkan untuk yang dilengkapi lensa kit XF 18-55mm, konsumen bisa mendapatkannya dengan harga USD 1,399.
Sebagai perbandingan, kamera X-Pro1 yang unjuk gigi di ajang CES awal tahun ini pertama dirilis dengan harga USD 1.700. Dengan harga yang lebih murah, X-E1 siap bersaing dengan Sony NEX-7.
(sha/ash)