Samsung dilaporkan mengalami kerugian di bisnis digital imaging. Tak mau berlama-lama dalam kondisi suram tersebut, vendor asal Korsel ini pun memutuskan untuk mengalihkan fokus ke kamera jenis mirrorless alias 'kamera tanpa cermin'.
Kamera mirrorless adalah kamera yang mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi, meski ia menanggalkan keberadaan mirror dalam bodinya.
Seperti diketahui, mirror tersebut bisa dijumpai di kamera-kamera SLR yang fungsinya untuk memantulkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Alhasil, dengan absennya mirror, bodi kamera jenis mirrorless lebih ringkas dibanding SLR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengapalan kamera kompak menurun pada tahun 2011 lalu, kamera mirrorless ditargetkan akan meningkat 60% hingga mencapai 6,43 juta unit, demikian menurut perusahaan market-research IDC. Bahkan disebut-sebut, Samsung akan mengakhiri produksi kamera kelas DSLR.
detikINET kutip dari Wall Street Journal, Kamis (10/5/2012), kamera kompak memang kurang menghasilkan banyak uang bagi sebagian besar produsen kamera. Salah satu penyebabnya adalah kian populernya smartphone dengan kamera yang terus membaik kemampuannya.
Di pasar kamera DSLR, Samsung juga harus bersusah payah melawan dominasi dua raksasa Canon dan Nikon. Salah satu strategi yang akan diusung Samsung adalah menambahkan berbagai fitur seperti konektivitas Wi-Fi.
Meski pasar kamera makin sesak, Samsung masih optimistis menargetkan dirinya menjadi vendor kamera mirrorless terbesar di tahun 2015 nanti. Mereka akan fokus pada pasar di Asia.
Namun langkah Samsung bukannya tanpa hambatan. Para analis bilang, Samsung akan menghadapi persaingan langsung dengan Sony, Panasonic, dan Olympus, yang juga gencar menggelontorkan model mirrorless.
(/)