Konsumen jangan lantas khawatir, sebab perusahaan yang berbasis di New York, AS, ini berjanji tetap bakal menjamin semua hal yang berkaitan dengan garansi produk serta technical support.
Artinya, meski Kodak tidak akan lagi memproduksi produk kamera, kamera video genggam dan frame digital, namun service yang menyangkut barang-barang tersebut masih dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dekade terakhir ini, printer telah mengambil alih space yang dimiliki kamera dan camcorder," ujar analis dari IDC, Christopher Chute seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/2/2012).
Perjalanan Kodak di Bisnis Kamera
Kodak mendirikan bisnisnya di tahun 1880. Legenda di dunia fotografi inilah yang menemukan kamera digital dengan koneksi Wi-Fi dan layar sentuh, pun juga docking station untuk memudahkan pemindahan foto ke komputer.
Dengan penemuannya itu, produk-produk Kodak menyumbang sebanyak 10% market share di tahun 2006 dan menempatkannya di belakang Canon dan Sony Corp. Namun di tahun 2010 mereka harus menghadapi kondisi suram di mana posisi Kodak anjlok ke nomor 7. Menurut IDC, perusahaan asal Rochester, New York ini sukses disalip Nikon dan Samsung Electronics Co.
Salah satu faktor yang membuat Kodak gagal berkompetisi di tahun-tahun terakhir ini, adalah peningkatan kualitas yang terjadi di kamera ponsel. Hal ini agaknya membuat digital camera sendiri menjadi produk yang terbatas untuk market yang lebih high.
Menengok ke era sebelum teknologi digital merambah pasar, Kodak pernah mengenalkan kamera Brownie di tahun 1990 dan Instamatic di tahun 1963. Astronot yang ditugaskan di misi Apollo pada tahun 1969 turut memakai kamera Kodak.
Berbicara mengenai kejayaan Kodak memang cukup panjang. Perusahaan ini juga sukses di dunia perfilman. Dilaporkan, film keluaran Kodak telah dipakai di lebih dari 80 film yang memenangkan Best Picture Oscar.
Kini, Kodak terpaksa mengakhiri perjalanan mereka. Tragis memang, mengingat perusahaan berusia seratusan tahun ini sempat dijuluki pionir kamera.
(sha/ash)