Pemandangan udara kawasan Eixample memperlihatkan blok-blok bangunan berbentuk kotak yang menjadi ciri khas Barcelona. Pola ini membuat ibu kota Catalunya tersebut mudah dikenali dari citra satelit maupun peta digital. Foto:Β DigitalGlobe/The Guardian
Sebelum memiliki tata kota yang rapi, Barcelona didominasi kawasan kota tua atau Gothic Quarter dengan gang-gang sempit dan berliku. Kepadatan penduduk serta sanitasi yang buruk mendorong pemerintah memperluas kota pada pertengahan abad ke-19. Foto: Amos Chapple/ The Guardian
Insinyur sekaligus perencana kota Ildefons CerdΓ merancang kawasan baru bernama Eixample pada 1859. Ia memperkenalkan pola jalan berbentuk grid atau kisi-kisi untuk menciptakan kota yang lebih sehat, nyaman, dan mudah diakses. Foto: Historical Museum of Barcelona
Setiap blok di Eixample tidak berbentuk persegi sempurna. Sudut-sudutnya dipotong membentuk segi delapan atau chamfered corners (xamfrans), sehingga persimpangan lebih terbuka dan memudahkan kendaraan bermanuver. Foto: Marco da Silva/The Culture Trip
Jalan-jalan yang lebar memungkinkan cahaya matahari dan udara mengalir lebih bebas ke setiap bangunan. Konsep ini menjadi salah satu inovasi penting dalam perencanaan kota modern untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Foto:Β Logan Armstrong/The Culture Trip
Dalam rancangan awalnya, setiap blok Eixample memiliki ruang terbuka hijau di bagian tengah sebagai area bersama warga. Namun, seiring perkembangan kota, sebagian besar ruang tersebut berubah menjadi kawasan permukiman dan bangunan. Foto:Β Brandon Gurney/The Culture Trip
Lebih dari 160 tahun berlalu, rancangan Ildefons CerdΓ masih menjadi inspirasi bagi banyak kota di dunia. Tata kota Barcelona membuktikan bahwa desain perkotaan dapat memengaruhi mobilitas, kesehatan, hingga kualitas lingkungan masyarakat. Foto:Β Logan Armstrong/ The Culture Trip