Diciptakan pada tahun 1950-an, Goodyear Inflatoplane dimaksudkan sebagai pesawat tiup yang dapat dijatuhkan dari udara di lokasi di mana pilot ditembak jatuh. Idenya adalah bahwa pilot yang terdampar dapat mengembangkan pesawat dan menerbangkannya ke tempat yang aman. Penerbangan uji awal cukup menjanjikan, tapi sepasang kecelakaan pada tahun 1959 - satu yang fatal - meredam antusiasme. Proyek ini tertatih-tatih dan akhirnya dibatalkan tahun 1973. Foto: Ranker
Selama beberapa dekade, orang bertanya-tanya apakah dan kapan mobil terbang akan menjadi kenyataan. Ternyata sudah ada mobil terbang yang dibuat Taylor Aerocar yang dan dikembangkan pada tahun 1940-an. Pesawat itu memiliki ekor dan sayap bisa dilipat yang bisa ditarik ke belakang saat melaju, mampu mencapai kecepatan jalan 67 mph dan kecepatan udara 110 mph. Iterasi selanjutnya kpada 1960-an, tetapi Aerocar tidak pernah layak secara komersial. Foto: Ranker
Dibuat tahun 1955, "platform terbang" ini menggunakan prinsip kontrol kinestetik, gagasan bahwa manusia dapat mengubah keseimbangan dengan cepat untuk memberikan stabilitas dalam penerbangan. Ini adalah prinsip yang tidak berbeda dengan Segway .The Pawnee berhasil, tetapi desain yang lebih besar terbukti sulit dikendalikan, dan konsepnya tidak pernah benar-benar menarik perhatian. Foto: Ranker
Avro Avrocar terinspirasi oleh klaim seorang insinyur Jerman bahwa dia telah mengerjakan desain piring terbang untuk Reich Ketiga selama Perang Dunia II. John Carver Meadows Frost, seorang desainer di Avro Canada, mencoba mereplikasi klaim tersebut, dan Angkatan Udara AS memesan dua prototipe. Mereka selesai pada tahun 1957. Walau terbang, mereka tidak stabil di ketinggian mana pun di atas 1 meter. Ini sedikit masalah bagi pesawat terbang, jadi proyek itu dibatalkan. Foto: Ranker
Dalam Perang Dunia I, Jerman menggunakan zeppelin sebagai pengebom untuk menyerang London. Serangan itu sebagian besar tidak efektif, tetapi menyebarkan ketakutan di Inggris, dan ada tekanan untuk merancang pesawat pencegat respons cepat. Hasilnya adalah Supermarine Nighthawk, yang memiliki lampu sorot yang dipasang di hidung untuk menerangi balon musuh, dan delapan sayap untuk membantunya tetap tinggi dalam waktu lama. Namun, pesawat itu terlalu berat untuk menjadi efektif, dan desainnya dibatalkan pada tahun 1917. Foto: Ranker
Dijuluki tong terbang, Stipa-Caproni (dinamai menurut perancangnya, Luigi Stipa) adalah prototipe aneh lainnya oleh pembuat pesawat Italia Capron. Baling-balingnya ditempatkan di dalam tabung. Pesawat, yang dirancang tahun 1932 ini, dapat mendaki dengan cepat dan sangat stabil dalam penerbangan, tetapi struktur yang tidak biasa mengalami hambatan tinggi. Caproni membatalkan desainnya, tapi Stipa kemudian berpendapat bahwa mesin jet turbofan selanjutnya melanggar hak patennya. NASA bahkan mempelajari pesawat itu pada satu titik. Foto: Ranker
Dikembangkan insinyur penerbangan Prancis pada 1950-an, SNECMA Coléoptère adalah upaya awal pesawat VTOL (Lepas Landas dan Pendaratan Vertikal). Itu memiliki satu jet yang menggerakkannya baik secara vertikal maupun horizontal, berputar untuk mengubah posisi saat terbang. Meskipun penerbangan uji awal menjanjikan, Coléoptère (yang namanya berarti kumbang dalam bahasa Prancis) kehilangan kendali pada penerbangan kesembilannya dan jatuh setelah pilotnya keluar. Tidak ada lagi prototipe yang dibuat. Foto: Ranker
Dirancang menjelang akhir Perang Dunia II, Northrop's XP-79B adalah 'sayap terban' bertenaga jet dengan badan pesawat magnesium tugas berat yang sengaja dibangun untuk bertahan dari benturan kecepatan tinggi. Pesawat itu seharusnya mencegat pembom musuh dan benar-benar terbang ke dalamnya , memotong kerangka mereka dengan sayap yang diperkuat. Selama penerbangan uji satu-satunya, XP-79B jatuh, menewaskan pilotnya. Saat itu, Perang Dunia II telah berakhir dan desainnya ditinggalkan. Foto: Ranker