Ilmuwan Terkenal yang Celaka Karena Temuannya Sendiri

ADVERTISEMENT

FotoINET

Ilmuwan Terkenal yang Celaka Karena Temuannya Sendiri

Pool - detikInet
Minggu, 14 Agu 2022 07:25 WIB

Jakarta - Ada beberapa ilmuwan yang celaka bahkan sampai meninggal dunia karena penelitiannya. Berikut di antaranya, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber.

Carl Scheele

1. Karl Scheele adalah pakar farmasi kimia. Dia menemukan elemen kimia terkenal seperti oksigen, tungsten, sampai klorin. Tak hanya itu, dia juga menemukan proses yang mirip dengan pasteurisasi. Nah anehnya, Scheele yang berkebangsaan Jerman Swedia ini hobi mencicipi temuannya. Menumpuknya bahan kimia dalam tubuhnya, membuatnya mati muda di usia 43 tahun. Dokter mengatakan dia keracunan merkuri. Foto: Wikimedia

Jean-Francois De Rozier

2. Jean-Francois De Rozier adalah pakar kimia dan fisika asal Prancis. Dia merancang balon terbang berawak yang dapat mencapai ketinggian 900 meter dan berhasil mengendarainya. Suatu ketika, dia ingin melintasi selat Inggris dari Prancis. Sayangnya, dia meninggal dunia setelah balon buatannya itu kempes sehingga terjun bebas. Foto: Tumblr

David Brewster

3. Sir David Brewster merupakan penemu dan penulis asal Skotlandia. Hobinya adalah di bidang optik dan polarisasi cahaya. Sayangnya pada saat bereksperimen kimia pada tahun 1831, ia celaka hingga nyaris buta. Penglihatannya memang sedikit kembali, tapi matanya terus mengalami gangguan sampai dia meninggal dunia. Foto: Britannica

Elizabeth Ascheim

4. Elizabeth Ascheim tertarik dengan penemuan sinar X karena terpengaruh oleh suaminya. Keduanya mengelola laboratorium sinar X pertama yang berlokasi di San Francisco. Mereka bereksperimen bertahun-tahun dengan mesin sinar X, di mana tubuh mereka menjadi obyek. Hal itu membuat Ascheim menderita kanker dan meninggal dunia. Foto: Wikipedia

Alexander Bogdanov

5. Alexander Bogdanov adalah ahli fisika, filsuf, pakar ekonomi sampai penulis asal Rusia. Di 1924, dia mulai bereksperimen transfusi darah untuk meneliti tentang kunci awet muda. Setelah 11 kali transfusi, dia mengklaim kebotakannya berhenti dan penglihatannya lebih baik. Sayang pada tahun 1928 dia menerima transfusi darah yang tercemar malaria dan tuberkolosis. Dia meninggal tak lama kemudian. Foto: Bogdanovlibrary

Robert Bunsen

6. Robert Bunsen salah satunya dikenal karena mempopulerkan peralatan laboratorium bunsen burner. Dia memulai karirnya di bidang kimia organis dan pernah hampir mati dua kali karena keracunan arsenik. Tak lama kemudian, dia kehilangan penglihatan karena ledakan cacodyl cyanide. Setelahnya dia kapok dan berganti bidang penelitian. Foto: Famous Scientist

Sir Humphrey Davy

7. Sir Humphrey Davy adalah pakar kimia asal Inggris. Saat muda, dia pernah dipecat karena menyebabkan terlalu banyak ledakan. Saat riset kimia, dia terbiasa menghirup banyak gas dan berujung pada penemuan obat anestesi nitrous oxide alias gas tertawa. Namun kebiasaan itu hampir beberapa kali membunuhnya. Bahkan matanya rusak secara permanen karena ledakan nitrogen trichloride. Foto: Britannica

Michael Faraday

8. Michael Faraday adalah anak didik dari Sir Humphrey Davy. Dia memperbaiki temuan Davy dan juga membuat penemuan sendiri dalam bidang medan elektromagnet. Sayangnya, dia juga sial di mana matanya rusak karena ledakan di laboratorium. Tak hanya itu, Faraday juga keracunan bahan-bahan kimia. Foto: Britannica

Marie Curie. Historical portrait of the Polish-French physicist Marie Curie (1867-1934, nee Marya Sklodowska). With her husband Pierre, she isolated the radioactive elements polonium and radium in 1898. Marie won the 1911 Nobel Prize for Chemistry for thi

2. Di tahun 1898, Marie Curie dan suaminya Pierre menemukan radium. Dia menghabiskan hidupnya meriset terapi radiasi. Terus menerus terkena radiasi membuat Marie terkena leukemia dan meninggal pada tahun 1934. Maria Curie adalah sosok hebat, di mana dia adalah orang pertama dan terakhir yang menerima dua Nobel di bidang berbeda, yaitu fisika dan kimia. Foto: Getty Images

Galileo Galilei adalah seorang ilmuan yang pintar. Meski disebut sebagai bapak astronomi modern, ia justru dihukum karena teori heliosentris yang ia percayai -- dan terbukti benar.

1. Galileo Galilei adalah ilmuwan legendaris Italia yang berkecimpung di bidang astronomi. Tapi saking sukanya mengamati matahari dengan teleskopnya sampai berjam-jam setiap hari, retina matanya rusak parah. Di masa akhir hidupnya, Galileo Galilei hampir buta. Foto: Wikipedia

Carl Scheele
Jean-Francois De Rozier
David Brewster
Elizabeth Ascheim
Alexander Bogdanov
Robert Bunsen
Sir Humphrey Davy
Michael Faraday
Marie Curie. Historical portrait of the Polish-French physicist Marie Curie (1867-1934, nee Marya Sklodowska). With her husband Pierre, she isolated the radioactive elements polonium and radium in 1898. Marie won the 1911 Nobel Prize for Chemistry for thi
Galileo Galilei adalah seorang ilmuan yang pintar. Meski disebut sebagai bapak astronomi modern, ia justru dihukum karena teori heliosentris yang ia percayai -- dan terbukti benar.
(/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT