Ide gila memproduksi pesawat terbesar sejagat diinisiasi oleh salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, sejak 2011 dengan keberadaan perusahaan bernama Stratolaunch Systems Corporation. Perusahaan ini yang melahirkan Stratolaunch. Foto: Stratolaunch
Stratolaunch berbentuk unik karena mempunyai dua fuselage, dan ia didesain untuk terbang di ketinggian 35 ribu kaki. Pesawat ini bukan untuk kebutuhan komersil, namun untuk menerbangkan roket saat terbang di angkasa. Foto: Stratolaunch
Kenapa Stratolaunch bisa jadi pesawat terbesar di dunia? diketahui berbobot 226,7 ton dengan lebar sayap 117 meter. Bila dikomparasikan dengan pesawat terbesar, Stratolaunch mengungguli Boeing 747-8, Airbus A380-800, Antonov An-225 Mriya, dan Hughes H-4 Hercules. Foto: Stratolaunch
Kini dinamakan sebagai Stratolaunch Roc, ia kembali mengudara setelah dua tahun 'mati suri' dan berpindah kepemilikan dari tangan pembuatnya ke sebuah perusahaan baru. Foto: Stratolaunch
Stratolaunch Roc lepas landas dari Mojave Air and Space Port di Mojave, California, Amerika Serikat, Kamis (29/4) waktu setempat. Ini adalah uji terbang yang kedua, setelah terakhir kali melakukannya April 2019. Foto: AP/Matt Hartman
Sebagaimana dikutip dari Space, Sabtu (1/5/2021), uji terbang Stratolaunch Roc dinyatakan berhasil setelah mengitari wilayah Mojave selama tiga jam 14 menit. Foto: Stratolaunch
Stratolaunch Roc mencapai ketinggian maksimum 14.000 kaki (4.267 meter) dan kecepatan tertinggi 119 mph (320 kph) selama pengujian tersebut. Foto: AP/Matt Hartman
"Kami sangat senang dengan kinerja pesawat Stratolaunch ini dan kami sama-sama bersemangat tentang seberapa dekat pesawat ini untuk meluncurkan kendaraan supersonik pertamanya," ujar Kepala Operasi Stratolaunch Zachary Krevor. Foto: Stratolaunch
Burung besi satu ini terbilang unik, karena mempunyai dua fuselage dan dirancang untuk menembus ketinggian tertentu untuk melepas roket ke luar angkasa. Itu memang niat awal pembuatan pesawat tersebut. Kini, Stratolaunch Roc dimanfaatkan untuk melepaskan pesawat supersonik. Foto: Stratolaunch
Peluncuran Talon-A menggunakan Stratolaunch Roc tentunya tidak dalam waktu dekat ini. Sebab, pesawat terbesar dunia ini perlu melakukan penerbangan solo tambahan lagi hingga dinyatakan siap. Jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran Talon-A akan dilakukan awal tahun depan. Foto: Stratolaunch
Sebelumnya, Stratolaunch juga telah sukses melakukan penerbangan perdana pada tahun 2019. Foto: Stratolaunch
Belum diketahui kapan ia akan meluncurkan roket ke luar angkasa. Foto: Stratolaunch