Sosok Pendiri Telegram dan Signal yang Gencar Serang WhatsApp

FotoINET

Sosok Pendiri Telegram dan Signal yang Gencar Serang WhatsApp

Istimewa - detikInet
Selasa, 19 Jan 2021 14:30 WIB

Jakarta - Pendiri Telegram, Pavel Durov, dan petinggi Signal, Brian Acton, memanfaatkan benar momentum kontroversi yang menyelimuti WhatsApp.

Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri

Pavel Durov lahir 10 Oktober 1984 di Leningrad, Rusia. Dia adalah pendiri media sosial VKontakte yang tenar di Rusia, kemudian sukses juga melahirkan Telegram di tahun 2013. Menurut Forbes, saat ini kekayaan Durov tembus USd 3,4 miliar. Foto: Instagram/durov

Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri

"Gelombang masif user baru yang sudah terjadi ke Telegram terus berakselerasi. Kita mungkin saja menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia," tulis Durov di akun Telegram-nya baru-baru ini. Foto: Instagram/durov

Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri

"Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook," sebutnya. Foto: Instagram/durov

Pendiri Telegram Pavel Durov bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara. Kedatangannya jelas untuk melakukan negosiasi pembukaan blokir Telegram.

Ini saat Durov berkunjung ke Indonesia untuk mematuhi perintah Kominfo yang sempat memblokir Telegram karena jadi sarana komunikasi penjahat. "Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," klaim Pavel. Foto: Ari Saputra

Pavel Durov

Durov sudah lama menyebut WhatsApp tak aman, celah besar sering muncul. Ia menyebut WhatsApp semacam 'Kuda Troya' yang dimanfaatkan untuk memata-matai foto dan data. Ia tak percaya terhadap sang induk, Facebook. "Facebook telah jadi bagian program pengintaian jauh sebelum mengakuisisi WhatsApp. Naif berpikir perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi," paparnya. Foto: Agus Tri Haryanto/inet

Brian Acton

Brian Acton lahir 17 Februari 1972. Ia mendirikan WhatsApp bersama sahabatnya Jan Koum pada tahun 2009. Hartanya menurut Forbes berada di kisaran USD 2,5 miliar. Foto: istimewa

Brian Acton

Bersama Koum saat masa-masa awal medirikan WhatsApp. Tahun 2017, ia resign dari Facebook kemudian menjadi petinggi Signal. "Saya orang tua dan di titik tertentu, anak Anda tumbuh dewasa dan pergi keluar, dan mereka melakukan hal-hal yang Anda suka dan juga hal-hal yang tak Anda suka. Anda harus menerimanya. Saya kira begitulah posisi saya dengan WhatsApp," kata Acton. Foto: istimewa

Jan Koum Brian Acton

Ia mengaku membesarkan WhatsApp adalah pengalaman yang berkesan. Akan tetapi pada saat ini, ia hanya fokus mengembangkan Signal. Foto: istimewa

Brian Acton

"Itu adalah pengalaman indah bersama WhatsApp. Tapi saya telah move on dalam hidup saya dan bagi saya, Signal bukan hanya passion melainkan pekerjaan full time," lanjutnya. Foto: Business Insider

Brian Acton

“WhatsApp punya beragam tujuan dan ambisi monetisasi. Mereka mencari profit. Dan mereka membuat terms of service dan kebijakan privasi yang sangat kompleks. Sekarang mereka kesulitan menjelaskannya untuk menjaga kepercayaan para user. Orang-orang mempertanyakan dan menganalisanya," cetusnya. Foto: istimewa

Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri
Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri
Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri
Pendiri Telegram Pavel Durov bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara. Kedatangannya jelas untuk melakukan negosiasi pembukaan blokir Telegram.
Pavel Durov
Brian Acton
Brian Acton
Jan Koum Brian Acton
Brian Acton
Brian Acton
(/)