Taksi Terbang: Angkutan Umum Masa Depan Solusi Kemacetan

FotoINET

Taksi Terbang: Angkutan Umum Masa Depan Solusi Kemacetan

Pool - detikInet
Jumat, 04 Des 2020 07:37 WIB

Jakarta - Bisnis taksi terbang Uber disebut-sebut sebagai angkutan umum masa depan untuk menjawab kemacetan lalu lintas di darat.

uber air

Uber Elevate bernama (dulu bernama Uber Air) disebut sebagai layanan berbagi tumpangan penerbangan. Layanan ini digadang-gadang sebagai angkutan umum masa depan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas darat. Ide taksi terbang ini memang terdengar ambisius dan mahal. Foto: Uber

uber air

Uber belakangan dikabarkan berencan menjual bisnis taksi terbang ini. Jika benar demikian, rencana Uber meluncurkan layanan sewa helikopter ini di 2023 pun harus diatur ulang.  Foto: Uber

uber air

Dikutip dari ZDNet, Uber saat ini sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menjual Uber Elevate ke Joby Aviation, sebuah startup kedirgantaraan asal AS yang didirikan pada 2009. Foto: Uber

uber air

"Dalam jangka panjang, visinya adalah untuk kendaraan listrik yang aman untuk mengangkut puluhan ribu orang melintasi kota dengan harga yang sama dengan perjalanan (mobil) UberX dalam jarak yang sama," kata Uber dalam sebuah pernyataan. Foto: Uber

uber air

Pada Agustus 2018, Uber mengumumkan lima pasar yang memungkinkan untuk meluncurkan ide taksi terbangnya ini, yakni Australia, Brasil, Prancis, India, dan Jepang. Uber pun saat itu optimistis bahwa layanannya mulai resmi beroperasi 2023, termasuk di Dallas dan Los Angeles, AS. Foto: Uber

uber air

Uber menyebutkan, timnya tetap fokus pada uji coba teknologi utama di AS terlebih dahulu, karena di situlah sebagian besar mitra kendaraan Uber sudah mengembangkan pesawat mereka dan banyak yang berencana untuk menerima sertifikasi. Foto: Uber

uber air

"Semua mitra kendaraan Uber diharapkan melanjutkan sertifikasi kendaraan awal di yurisdiksi rumah mereka. Oleh karena itu, kami mengantisipasi demo pertama ke publik akan dilakukan di Amerika Utara terlebih dahulu. Tapi kami belum tahu lebih pasti karena dampak pandemi COVID-19," kata Uber. Foto: Uber

uber air

Menurut laporan, kesepakatan di antara Uber dan Joby Aviation akan diumumkan akhir bulan ini, karena Uber mendorong rencananya ini untuk menghasilkan keuntungan. Foto: Uber

uber air

Uber saat ini sedang menjalani fase mencoba mengencangkan ikat pinggangnya dan menyingkirkan berbagai aspek periferal dan kerugian dari bisnisnya. Foto: Uber

uber air
uber air
uber air
uber air
uber air
uber air
uber air
uber air
uber air
(/)