6 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Kena!

FotoINET

6 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Kena!

istimewa - detikInet
Minggu, 29 Nov 2020 13:19 WIB

Jakarta - Kumpulan malware ini dianggap paling berbahaya di dunia karena metelah memakan banyak korban dengan kerugian yang mencapai hingga miliaran dolar.

fotoinet malware

WannaCry. Ransomware ini bikin heboh pada Mei 2017 lalu, karena mengunci sejumlah komputer korbannya dan meminta sejumlah tebusan dalam bentuk bitoin. Korbannya sendiri tercatat sebanyak 200 ribu komputer yang tersebar di 150 negara dengan total kerugian mencapai USD 4 miliar. Foto: istimewa

fotoinet malware

BlackEnergy. Malware ini sudah tersebar sejak 2007. Awalnya ia hanya menciptakan bot yang kemudian dimanfaatkan untuk melancarkan serangan distributed denial of service (DDoS) yang menyebar lewat email. Malware ini juga yang bertanggung jawab atas blackout masif di Ukraina pada Desember 2015. Foto: istimewa

fotoinet malware

ILOVEYOU. Muncul perdana pada Mei 2000 dan menyebar melalui sebuah email yang dikirimkan kepada semua orang yang ada di daftar kontak korbannya. Ciri khas malware ini adalah attachment berjudul 'LOVE-LETTER-FOR-YOU.txt.vbs'. Saat file tersebut dibuka maka ia akan mulai meng-overwrite sejumlah file random, seperti file Office, foto, dan audio. Foto: istimewa

fotoinet malware

Mydoom. Worm ini mulai menyebar pada Januari 2004, dan masih tercatat sebagai worm email yang paling cepat menyebar. Bahkan jauh lebih cepat ketimbang ILOVEYOU. Korban yang terinfeksi worm ini akan mengirimkan email sampah ke sejumlah kontaknya. Total kerugiannya worm ini mencapai USD 38 miliar. Foto: istimewa

fotoinet malware

SoBig. Worm yang juga trojan ini pertama menginfeksi komputer pada Agustus 2003 lewat email. Uniknya Sobig mematikan dirinya sendiri pada 10 September 2003, dan sampai 2018 lalu tercatat sebagai worm paling cepat menyebar kedua dalam sejarah. Total kerugian worm ini mencapai USD 37 miliar. Foto: istimewa

fotoinet malware

DarkTequila. Sudah ada sejak 2013, dan biasanya menginfeksi komputer yang ada di Amerika Selatan. Spyware ini mencuri data-data rekening bank, data korporat, dan informasi personal dari komputer korbannya. Penyebarannya menggunakan metode spear phishing dan penyebaran manual lewat flashdisk. Foto: istimewa

fotoinet malware
fotoinet malware
fotoinet malware
fotoinet malware
fotoinet malware
fotoinet malware
(/)