Ursula Burns lama menjadi CEO Xerox, kemudian chairman. Ia tumbuh di lingkungan miskin dan penuh kriminalitas di New York dan dibesarkan ibunya sendirian. Untuk biaya hidup, sang ibu menerima penitipan anak atau setrika pakaian. Tapi sejak kecil, Ursula sudah bocah pandai yang menuntunnya jadi sukses luar biasa. Foto: Getty Images
Ini Jan Koum, sang pencipta WhatsApp bersama sobatnya, Brian Acton. Masa kecilnya banyak masalah, ia terusir dari Ukraina karena masalah politik dan pindah ke Amerika Serikat. Di AS, Koum pernah menggantungkan hidup dari makanan dan apartemen subsidi. Dia pernah juga jadi penyapu lantai. Foto: Istimewa
Masayoshi Son adalah salah satu orang terkaya di Jepang, pemilik raksasa teknologi Softbank. Dia lahir di Tosu, Saga Prefecture, Jepang, di tengah-tengah keluarga imigran Korea miskin. Masayoshi tak dianggap warga Jepang karena dia keturunan Korea. Sejak kecil, dia ingin jadi guru, seniman, sampai politisi. Namun karena terganjal diskiriminasi, dia memutuskan mengubah cita-citanya jadi pebisnis. Foto: Getty Images
Sundar Pichai kini CEO Alphabet dan kaya raya. Ia lahir di Tamil Nadu, India. Orang tuanya bekerja keras agar dia bisa meraih pendidikan tinggi sampai menghabiskan tabungan. Otaknya yang encer mengantarnya kuliah di Amerika Seriat sampai berhasil membanggakan warga India dengan menjadi orang nomor satu di Google. Foto: dok. Getty Images
Jack Ma salah satu orang terkaya di China dan pemilik Alibaba. Ia berasal dari keluarga miskin. Tak cuma itu, Ma pernah ditolak kerja puluhan kali dan kesulitan masuk universitas. Ia juga kurang memahami hal-hal berbau teknis. Tapi kerja keras dan karismanya mengantar pada keberhasilan. Foto: Reuters
Zhou Qunfei adalah salah satu wanita terkaya di China, pemilik perusahaan teknologi Lens Technology. Masa kecilnya penuh sengsara. Umur 5 tahun, ibunya meninggal. Ayahnya hampir tuna netra karena kecelakaan. Di rumah, Zhou membantu keluarga beternak sebagai tambahan pendapatan. Jelang dewasa, ia pernah jadi buruh pabrik. Foto: Dok. Forbes
Colin Huang yang usianya relatif muda, 40 tahun, kini kaya raya berkat sukses e-commerceΒ yang ia rintis, Pinduoduo. Huang lahir di pinggiran Kota Huangzhou. Ia hidup sederhana bersama orang tua yang bekerja sebagai pegawai pabrik. Tapi sejak kecil, Huang senang matematika dan pandai di bidang itu. Ia bahkan meraih medali di olimpiade matematika. Foto: Dok. Forbes
Larry Ellison, pemilik Oracle yang kaya raya. Dia diadopsi dan dibesarkan bibinya dan kemudian, tak pernah bertemu lagi dengan ibu biologisnya. Setelah bibinya meninggal dunia, dia drop out kuliah dan bekerja apa saja selama 8 tahun.Β Foto: Getty Images
Elon Musk memang lahir di keluarga berada. Namun karena sifatnya yang tertutup dan kutu buku, ia sering dibully bahkan dianiaya teman sebayanya sampai masuk rumah sakit. Keluarganya pun kurang harmonis. Saat merintis perusahaan, ia beberapa kali terancam bangkrut. Foto: AP/Alex Brandon
Richard Branson sang pemilik Virgin, adalah pengidap disleksia. Gangguan membaca ini membuat ia seringkali gagal dalam ujian sekolah. Ia juga dikatakan punya IQ sangat buruk. Namun Branson tetap mampu meluncurkan Virgin Group pada tahun 1970, dan membangunnya menjadi sebuah konglomerasi, termasuk Virgin Galactic yang berbisnis wisata antariksa. Foto: BBC World