7 Skenario Kiamat Menurut Sains

FotoINET

7 Skenario Kiamat Menurut Sains

Pool - detikInet
Jumat, 24 Jan 2020 09:25 WIB

Jakarta - Komunitas ilmiah mengemukakan sejumlah teori tentang skenario kiamat. Beberapa di antaranya terdengar aneh, tapi menarik untuk diketahui.

Kehancuran yang cerdas. Sebelum penemuan senjata nuklir, tidak ada yang mengira bahwa satu bom bisa menghancurkan seluruh kota. Semuanya berubah setelah peristiwa serangan bom ke Hiroshima. Tragedi ini menyebabkan munculnya konsep "kehancuran cerdas". Suatu hari, seseorang akan melakukan atau menemukan sesuatu yang akan menghancurkan semesta. Seseorang itu bisa siapa saja, kita bukan satu-satunya mahkluk di alam ini. Foto: via Brainberries

Endgame. Salah satu teori paling mengejutkan mengenai realitas kita adalah bahwa hidup hanyalah simulasi komputer. Menurut filsuf Nick Bostrom dari University of Oxford, karena komputer terus meningkat, pada titik tertentu, orang akan mengembangkan kemampuan komputasi yang begitu kuat sehingga mereka sendiri dapat mensimulasikan dunia virtual. Kecuali, jika seseorang menghentikan program yang di mana ada Universe kita di dalamnya terlebih dahulu. Foto: via Brainberries

Tabrakan dengan alam semesta lain. Apa yang ada di luar alam semesta kita? Mungkin saja alam semesta lain. Dan jika teori multiverse alias banyak alam semesta, adalah benar, maka suatu hari, sebuah tabrakan besar dapat terjadi. Alam semesta lain dengan hukum fisika yang sangat berbeda, dapat menabrak kita dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Foto: via Brainberries

Kompresi hebat. Sejak Big Bang yang terjadi 13,8 miliar tahun lalu, semesta telah jauh berkembang. Sebagian besar fisikawan percaya bahwa semesta itu tak terbatas. Jika tidak terbatas, di beberapa titik ia akan mulai menyusut. Teori ini didukung oleh teori Relativitas Einstein. Namun, jika hal seperti ini terjadi, membutuhkan waktu miliaran tahun hingga kejadian. Foto: via Brainberries

Penghalang kematian. Semesta akan terus tumbuh hingga mencapai penghalang fisik. Menurut beberapa perhitungan, semesta akan mencapai 'dindingnya' dalam sekitar 3,7 miliar tahun. Dan ketika itu terjadi, kemungkinan baru 50%-nya yang mencapai penghalang fisik. Foto: via Brainberries

Kematian termal. Skenario ini didasarkan pada hukum kedua termodinamika, yaitu peningkatan entropi dalam sistem tertutup. Alam semesta akan mengembang, dan benda-benda di dalamnya akan saling menjauh. Ketika entropi mencapai maksimum, energi akan didistribusikan secara merata, dan semuanya akan berhenti. Bintang-bintang akan mendingin, dan kondisi itu membuatnya hancur. Foto: via Brainberries

Big Rip. Lebih dari 68% alam semesta terdiri dari 'kehampaan hitam' yang misterius. Sebelum penemuannya, para ilmuwan percaya bahwa perluasan alam semesta melambat atau berhenti. Namun jika mengamati supernova, astrofisikawan sampai pada kesimpulan bahwa ekspansi sebenarnya mempercepat, dan alasan untuk ini adalah adanya energi gelap yang dapat menyebabkan Big Rip. Skenario Kiamat ini didasarkan pada asumsi bahwa seiring waktu, energi gelap pada akhirnya akan mendorong galaksi dan benda-benda luar angkasa terpisah, memecah semua koneksi dan struktur yang ada. Singkatnya, semesta akan terpecah menjadi partikel terkecil. Foto: via Brainberries

(/)