Ragam Spesies Hewan Unik di Kalimantan

FotoINET

Ragam Spesies Hewan Unik di Kalimantan

istimewa - detikInet
Selasa, 27 Agu 2019 12:41 WIB

Jakarta - Kalimantan yang akan menjadi ibu kota baru Indonesia memiliki beragam keunikan, salah satunya adalah kehidupan spesies langka yang ada di sana. Apa saja?

Beruang madu adalah spesies beruang paling langka di dunia. Spesies beruang ini adalah yang terkecil dan paling sedikit diketahui dan menurut WWF mereka hidup di hutan tropis Asia Tenggara.   Dalam beberapa dekade terkahir populasinya menurun akibat perusakan habitat dan juga perburuan. Mereka diburu karena mengincar bagian orang kantong empedu yagn diyakini memiliki nilai tinggi sebagai pengobatan. (Foto: Getty Images)

Orangutan Kalimantan masuk daftar sebagai hewan yang sangat terancam punah. Spesies ini adalah asli dari pulau Kalimantan, namun menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) hewan ini diklasifikasikan sebagai 'critically endangered' (sangat terancam punah).   Sebuah penelitian telah menemukan bahwa dalam 16 tahun terakhir, jumlahnya telah berkurang 150.000. Alasannya perburuan hingga penggundulan hutan. (Foto: Getty Images)

Badak Sumatera, menurut WWF spesies ini adalah satu-satunya badak asia yang memiliki dua tanduk. Mereka hidup di hutan dan sangaat sulit dikenali. Disebutkan hanya penjaga yang berpengalaman yang dapat melihatnya di alam liar.   Hewan ini terdaftar sebagai hewan yang terancam punah. (Foto: dok. Rhinos.org)

Hutan hujan di kalimantan menjadi rumah bagi hewan amfibi seperti Malayan Horned Toads atau dikenal dengan kodok bertanduk. Hewan ini seolah memiliki dua tandung di kepalanya.   Untuk menemuinya sangat sulit, karena menurut Jungle Mikey mereka akan berkamuflase dengan lingkungan sekitar misal seperti daun ini adalah salah satu cara mereka untuk bertahan hidup. (Foto: Getty Images)

Bay Cat atau Kucing Teluk, hewan ini adalah asli dari pulau Kalimantan. Menurut Wild Cats Magazine, kucing teluk Boreno adalah salah satu spesies kuncing yang jarang diketahui.   Mereka hidup di dataran rendah yang lebat, namun karena mereka begitu sulit ditangkap hingga pengtahuan tentang hewan ini pun terbatas. (Foto: Getty Images)

Borneo Pygmy Elephant atau Gajah Kerdil Kalimantan, hewan ini berbeda dengan gajah-gajah Asia pada umumunya. Menurut catatan Wwf hewan ini adalah salah satu paling lucu dengan wajah bayi, ekor panjang serta daun telinga yang lebar.   Spesies ini dikatakan pemalu, sayangnya hewan ini terancam punah karena perusahan akibat diperkiran hanya ada sekitar 1,500 hewan ini di dunia. (Foto: Getty Images)

Macan Dahan, menurut WWF adalah spesies kucing yang baru mereka berbeda dengan spesies macan tutul di Afrika. Para ilmuwan telah menyadari keberadaan hewan ini selama satu abad, tetapi tidak pernah menyadari betapa uniknya hewan ini.   Namun, penemuan lebih lanjut membuktikan betapa pentingnya untuk melestarikan satwa liar ini di Kalimantan, tempat tinggal hewan-hewan ini hidup di dataran rendah dan perbukitan untuk menghindari ruang terbuka dan kontak dengan manusia. (Foto: Reuters)

Kancil, perawakannya seperti rusa namun memiliki badan yang mungil. Ini adalah salah satu spesies terkecil dari hewan berkuku di dunia. Mereka memiliki bobot antara 4 hingga 33 pound.   Lal lain yang menarik tentang penampilan mereka adalah taring kecil mereka, yang menurut Ranker, mereka menggunakan ini sebagai gaya pertahanan hidup. (Foto: Getty Images)

Berang-berang, populasi spesiesnnya semakin menurut. Mereka hidup di habita basah dan dataran rendah. Akibat ulah manusia yang merusak habitatnya hewan ini terancam punah. Mereka hidup dengan memakan ikan, mamalia kecil hingga buru.  (Foto: Getty Images)

Loris alias KUkang, hewan yang gemas namun bukan hewan peliharaan di rumah. Meski terlihat lucu namun gigitan mereka beracun dan demi melindung anak-anak mereka akan menjilati rancun ke dalam bulu mereka.   Oleh Telegraph dicatat bahwa menjaga hewan primata ini ke sebuah penangkaran hingga menjadi hewan peliharaan adalah hal yang kejam. Sehingga ada kampanye untuk membebaskan mereka ke tempat alam liarnya. (Foto: Getty Images

Rhinolophus borneensis atau Kelelawar Tapal Kuda adalah spesies kelalawar yang berukuran sedang dan masuk ke dalam daftar merah sebagai spesies terancm punah. Kelelawar tapal kuda tercatat hadir di sebagian besar Kalimantan dan hidup di hutan primer dan sekunder. (Foto:Devon Greater Horsehoe Project)

Kadal,  hewan ini dikenal sebagai hewan pengisap darah yang asli dari Asia Tenggara. Memiliki tubuh berwarna hiju cerah bahkan ada yang memiliki kepalada berwarna biru. Menurut Wild Herps, mereka aktif pada siang hari dengan mudah berpindah dari cabang ke cabang karena ekornya yang panjang digunakan untuk stabilitas. (Foto: Getty Images)

Monyet Belalai atau dikenal masyarakat Indonesia dengan Bekantan. Memiliki hidup yang panjang ternyata memiliki fungsi bagi pejantan untuk menarik perhatian betina. Para peneliti juga percaya bahwa hidunya bertindak sebagai ruang gema untuk meningkatkan frekuensi panggilan primata.   Hewan ini asli Kalimantan, dapat ditemukan di dekat sumber air seperti sungai, rawa, dan hutan bakau. Sayangnya, seperti banyak spesies di wilayah ini, populasi monyet belalai menurun dan terdaftar sebagai terancam punah. (Foto: Getty Images)

Foto: Getty Images

Pulau Kalimantan adalah rumah bagi banyak mamalia, burung hingga reptil yang unik dan menarik. Seperti Kadal bermata biru. Menurut Ecology Asia hanya kadal jantan dewasa yang memiliki warna mata biru kalau betina memiliki warna mata cokelat.   Kadal ini hidup di hutan rawa dan hutan primer dataran rendah dan lebih sering ditemui di dekat sungai. Untuk mengetahui jenis keliaminnya bisa mudah dilihat dari sisiknya. Jika jantan maka berwarna hijau sedangkan betina lebih gelap dan warnanya kurang cerah. (Foto: Getty Images)

Buaya Air Asin dapat hidup rata-rata hingga 70 tahun di alam liar dan memiliki ukuran 17 kaki dengan berat 1,000 pound. SPesies ini adalah buaya terbesar di dunia dan merupakan predator riprian terbesar. National Geographic mencatat hewan ini paling sering diburu karena kulitnya yang memiliki nilai jual yang tinggi. (Foto: Getty Images)

Kalimantan juga rumah bagi spesies raksasa tupai terbang. Menurut National Geographic, tupai ini lebih banyak ditemui di Kalimatan ketimbang di pulau lain.   Tupai ini memiliki berat 2kg dan panjangnya sekitar 40cm. Seperti yang ditunjukkan publikasi, nama tupai terbang tidak benar-benar akurat karena apa yang mereka lakukan adalah meluncur ketika mereka melompat dari pohon-pohon tinggi di hutan. (Foto: Getty Images)

Kata berkepala datar, spesies kata ini sangat menarik karena diyakni sebagai katak pertama yang tak miliki paru-paru. Menurut Scientific American, katak bernafas melalui kulitnya.  Edge of Existence mencatat bahwa industri pertambangan ilegal memengaruhi habitat alami katak, yang merupakan sungai berbatu jernih, dan di bawah bebatuan besar di sungai di kawasan hutan tropis. (Foto: Getty Images)

Lumba-lumba Irrawaddy adalah lumba-lumba air tawar yang menghuni daerah pantai yang dangkal, serta muara dan sungai, tetapi mereka sangat langka dan terdaftar sebagai terancam punah.    Menurut WWF, spesies in didefinisikan oleh kepala yang menonjol dan paruh pendek dapat ditemukan di tiga sungai di Asia Tenggara, termasuk Mahakam (Kalimantan Indonesia), dan paling sering terancam oleh industri perikanan karena mereka secara tidak sengaja tertangkap di jala. (Foto: Getty Images)

Rangkong Badak, spesies burung cantik dan indah yang memiliki paruh seperti badak. Badak Rangkok dianggap oleh kelompok Dayak asli sebagai kepala burung.   Burung-burung ini adalah salah satu spesies rangkong terbesar, dan memakan buah-buahan dan serangga tetapi juga dapat memangsa tikus kecil, burung, dan reptil. Habitat mereka terbatas pada pulau-pulau di Sumatra, Jawa dan Kalimantan, dan hutan di perbatasan Malaysia. (Foto: Getty Images)

(/)