Tardigrade, Spesies Tertangguh Bumi yang Sambangi Bulan

FotoINET

Tardigrade, Spesies Tertangguh Bumi yang Sambangi Bulan

Istimewa - detikInet
Rabu, 07 Agu 2019 09:32 WIB

Jakarta - Makhluk ini membuat para ilmuwan kagum. Pasalnya ia dapat bertahan hidup puluhan tahun tanpa asupan apapun dan juga dapat bertahan di kondisi mematikan.

Makhluk mikroskopis ini dinamai Tardigrade. Ia memiliki delapan kaki yang hanya berukuran panjang 5 milimeter, dapat bertahan hingga temperatur 150 derajat Celsius. Ia bisa ditemukan di gunung berapi, hutan rimba sampai Antartika. (Foto: Eye of Science/SPL)
Penelitian terbaru dari Oxford University menemukan bahwa makhluk ini dapat bertahan paling tidak hingga 10 miliar tahun ke depan.  (Foto: Eye of Science/SPL)Foto: Eye of Science/SPL
Belum lama ini, wahana antariksa Baressheet milik perusahaan Israel yang ditujukan untuk menjelajah Bulan gagal di saat-saat terakhir.Nah rupanya, ada kargo tak biasa yang dibawa wahana itu, yaitu ribuan hewan mikro Tardigrade. Foto: Eye of Science/SPL
Arch Mission Foundation, organisasi yang mengatur kargo Tardigrade itu, menyatakan bisa jadi mereka selamat. "Mereka mungkin satu-satunya hal yang selamat dari tabrakan itu," cetus Nova Spivack, pendiri AMF. Foto: Eye of Science/SPL
Tardigrade memang luar biasa perkasa. Ia dapat bertahan dari terjangan asteroid maupun dampak dari ledakan bintang yang letaknya dekat dengan Bumi. (Foto: Eye of Science/SPL)
Makhluk ini juga kebal dengan radiasi pada level 6.200 Gy, yang biasanya diimplementasikan dalam pengobatan kemoterapi. (Foto: Eye of Science/SPL)
Penelitian dari Oxford University sendiri menunjukkan, tiga fenomena mematikan yang berpotensi dapat terjadi pada Bumi, yaitu tabrakan asteroid, ledakan bintang (supernova), hingga pancaran sinar gamma, tidak dapat mengakhiri hidup Tardigrade. (Foto: Eye of Science/SPL)
Karena hewan ini memiliki karakteristik biologis yang unik, mereka hanya mati jika seluruh lautan di Bumi mendidih. Tardigrade memang merupakan extremophile, organisme dengan kemampuan bertahan hidup luar biasa, terlebih saat melewati kondisi paling ekstrem. (Foto: Eye of Science/SPL)
Tardigrade diketahui mampu bertahan ketika dibekukan, terkena radiasi, hingga berada di ruang hampa udara. Hal itu diperkirakan terjadi karena 18% genom di dalam DNA-nya merupakan adaptasi dari berbagai organisme lain, seperti jamur, bakteri, hingga virus. (Foto: Eye of Science/SPL)
Mungkin saat ini, mereka dalam kondisi 'tidur' di Bulan. Lukasz Kaczmarek, pakar Tardigrade dari Adam Mickiewicz University menyebutkan wajar jika hewan itu selamat walau di Bulan. Tardigrade yang dalam keadaan tak aktif, dapat dibangkitkan dengan memasukkan ke dalam air. Foto: Eye of Science/SPL
(/)