Penampakan Pesawat Terbesar Sejagat Melesat ke Angkasa

FotoINET

Penampakan Pesawat Terbesar Sejagat Melesat ke Angkasa

Istimewa - detikInet
Minggu, 14 Apr 2019 11:00 WIB

Jakarta - Stratolaunch akhirnya mengudara untuk pertama kalinya. Simak aksi burung besi yang disebut-sebut terbesar sejagat itu.

Penampakan Stratolaunch saat bersiap untuk terbang perdana dari landasan Mojave Air and Space Port di Mojave, California, Amerika Serikat. Foto: Reuters

Burung besi yang disebut terbesar di dunia ini pun mengangkasa dengan pemandangan yang cukup spektakuler. Foto: Reuters

Pesawat berbobot 226,7 ton dengan lebar sayap 117 meter. Foto: Reuters

 Penerbangan perdana itu berlangsung selama 150 menit, sampai akhirnya pesawat itu kembali mendarat dengan selamat. Foto: Reuters

Stratolaunch berbentuk unik karena mempunyai dua fuselage, dan ia didesain untuk terbang di ketinggian 35 ribu kaki. Setelah mencapai ketinggian itu, Stratolaunch bisa melepas roketnya untuk terbang ke luar angkasa. Foto: Reuters

mun dalam penerbangan perdananya ini Stratolaunch tak menggunakan roket. Pesawat itu terbang sesuai harapan, mencapai kecepatan 175 mil per jam dan ketinggian 15 ribu kaki. Foto: Reuters

Saat ini, pembuatnya sudah mendapat setidaknya satu pembeli, yaitu Northtrop Grumman, yang berencana untuk menggunakan Stratolaunch untuk meluncurkan roket Pegasus XL-nya ke luar angkasa. Foto: Reuters

"Ini adalah momen yang emosional bagi saya," ujar CEO Stratolaunch Jean Floyd. Dalam penerbangan perdana ini kualitas handling pesawat itu diuji, dan pesawat itu terbang sesuai dengan harapan pembuatnya. Foto: Reuters

Penampakan Stratolaunch di hanggarnya. Foto: Stratolaunch

"Penerbangannya sendiri sangat halus, yaitu adalah hal yang kamu harapkan dalam penerbangan perdana. Terbangnya sangat mirip dengan yang sudah kami simulasikan dan prediksi," ujar Evan Thomas, pilot penguji pesawat tersebut. Foto: Stratolaunch

Stratolaunch sendiri bukan tanpa hambatan dalam pengembangannya. Tiga bulan sebelum terbang perdana, mereka mem-PHK lebih dari 50 orang karyawan dan membatalkan pengembangan roketnya sendiri. Foto: Stratolaunch

Pada awalnya, mereka berencana membangun sejumlah roketnya sendiri, termasuk sebuah pesawat luar angkasa. Namun rencana itu kabarnya berubah setelah meninggalnya pendiri Microsoft Paul Allen, yang memulai Stratolaunch pada 2011. Foto: Stratolaunch

Tapi saat ini setidaknya, Stratolaunch sudah bisa terbang. Foto: Stratolaunch

Rentang sayap pesawat ini mencapai 117 meter, lebih panjang dari sebuah lapangan sepakbola. Tinggi pesawatnya mencapai 15 meter. Roda pesawat jika ditotal ada 28 buah. Mesinnya, ada 6. Semuanya menggunakan mesin jet Boeing 747. Kabel-kabelnya, kalau dipanjangkan bisa sampai sejauh 97 Km. Foto: Istimewa/Youtube

Perbandingan ukuran Stratolaunch dengan beberapa jenis pesawat lainnya. Bobot kosong mencapai 226.800 Kg. Kalau sudah diisi bahan bakar, beratnya bertambah sampai sekitar 589.670 Kg. Artinya, pesawat ini butuh avtur seberat 113.400 Kg untuk mengudara. Foto: Istimewa/Youtube

Paul Allen membangun pesawat ini untuk mengangkut roket hingga ke lapisan stratosfer, untuk kemudian diluncurkan di atas sana. Allen meyakini, teknologi peluncuran roket di udara ini diyakini lebih murah dan efisien bila dibandingkan dengan peluncuran roket di darat. Foto: Stratolaunch

(/)