Aksi Kapal Induk Nuklir Prancis Setelah Direnovasi Rp 21 T

FotoINET

Aksi Kapal Induk Nuklir Prancis Setelah Direnovasi Rp 21 T

Istimewa - detikInet
Minggu, 18 Nov 2018 13:10 WIB

Jakarta - Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, unjuk gigi setelah renovasi yang menelan biaya sekitar Rp 21 triliun. Ini penampakannya bersama jet tempur Rafale.

Kapal Charles de Gaulle adalah andalan Prancis dan baru saja direnovasi selaam 18 bulan. Foto: Reuters

Ia adalah satu-satunya kapal bertenagar nuklir di Eropa yang beroperasi penuh saat ini. Panjangnya 260 meter. Foto: Reuters

Pesawat Rafale yang juga buatan Prancis beraksi de deknya. Kapal Charles de Gaulle direnovasi dengan biaya 1,3 miliar euro atau di kisaran Rp 21 triliun. Foto: Reuters

Perbaikan terutama menyasar perbaikan fitur pendaratan dan pemandu pesawat yang dibawanya. Foto: Reuters

Kapal induk Charles de Gaulle termasuk tipe CATOBAR atau Catapult Assisted Take-Off Barrier Assisted Recovery. Sistem tersebut memungkinkan pesawat lepas landas dengan ditarik menggunakan ketapel uap yang tertanam pada dek kapal. Foto: Reuters

Kapal ini dapat mengangkut sampai 40 pesawat. Foto: Reuters

Selain pesawat tempur, ia juga membawa kapal terbang pengintai E-2C Hawkeye. Foto: Reuters

Pesawat tempur yang ditampung berjenis Dassault Rafale M. Ada pula helikopter AS532 untuk kepentingan misi penyelamatan. Foto: Reuters

Pesawat Rafale yang diangkut Charles de Gaulle unjuk gigi di atasnya. Foto: Reuters

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun melakukan peninjauan. Foto: Reuters

Ia datang memakai helikopter. Foto: Reuters

Macron menyemangati awak kapal induk tercanggih Prancis itu. Foto: Reuters

Charles de Gaulle memakai tenaga nuklir yang refueling setiap tujuh tahun. Memang kalah dari kapal induk Amerika Serikat yang hanya perlu refueling setiap 50 tahun. Tapi perlu dicatat kalau Charles de Gaulle adalah satu satunya kapal bertenaga nuklir yang tak dioperasikan AS. Foto: Reuters

Kapal seberat 42.500 ton ini sudah diterjunkan di berbagai misi tempur militer Prancis. Angkatan Laut Prancis mulai mengoperasikan Charles de Gaulle sejak tahun 2001. Foto: Reuters

Beberapa kali ia kena masalah. Misalnya soal sistem pendorongnya yang memerlukan perbaikan kompleks dan akhirnya berujung pada menurunnya kecepatan Charles de Gaulle dari 27 knot menjadi sekitar 24 knot. Sehingga renovasi besar dilakukan. Foto: Reuters

(/)