Potret Burung yang Lebih Mirip Alien Ketimbang Hewan

FotoINET

Potret Burung yang Lebih Mirip Alien Ketimbang Hewan

Istimewa - detikInet
Rabu, 24 Okt 2018 20:00 WIB

Jakarta - Di dunia ini, ada puluhan ribu jenis spesies burung. Di antara mereka memiliki wajah unik yang bisa dibilang lebih mirip alien ketimbang hewan.

Burung ini dinamai King Vulture atau dikenal dengan Hering Raja. Tubuhnya besar dan merupakan pemakan hewan bangkai. Hobinya yang memakan hewan bangkai membantu planet bumi mencegah penyebaran penyakit daribangkai. Ia bisa ditemukan di kawasan Meksiko dan Argentina.  Nama burung ini pun konon diberikan dari orang-orang suku Maya, di mana ia dianggap sebagai "raja" yang membawa pesan antara manusia dan dewa. (Foto: Brightside)

Cock of the Rock, adalah jenis burung asli Amerika Serikat yang memiliki kepala unik seperti kipas. Mereka bisa ditemui di daerah berbatu tropis dan subtropis. Uniknya, keindahan burung jantan ini salah satunya bertujuan untuk menarik sang betina. (Foto: Brightside)

Bird of Paradise (Burung Surga) memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Ketika berhadapan langsung, ia akan menyerap sekitar 99,95% sinar matahari. Spesies ini masih tergolong baru, karena memiliki perilaku yang berbeda dengan burung-burung pada umumnya. (Foto: Brightside)

Golden Pheasant, merupakan spesies burung yang berasal dari Cina Tengah, namun habitatnya dapat juga ditemukan di Inggris, Skotlandia, Spanyol, dan Perancis. Burung ini memiliki warna kuning emas yang membuatnya dinobatkan menjadi salah satu burung terindah di dunia. Burung ini juga memiliki keunikan dapat mendeteksi adanya ancaman atau bahaya dengan caranya yang tidak biasa. (Foto: Brightside

Hornbill yang dikenal di Indonesia sebagai Enggang atau Rangkongmemiliki cula dibagian paruhnya. Hewan ini masuk kategori yang nyaris punah. Burung ini merupakan pemakan  buah, serangga, dan hewan-hewan kecil. (Foto: Brighside)

Christmas Frigatebird atau Cikalang Christmas memiliki kantung paruh merah dan perut putih. Burung ini merupakan jenis burung pemakan ikan dan bagian tubuh binatang lain, baik yang masih hidup atau sudah mati yang memiliki habitat di laut. Burung ini hidup endemis di Pulau Natal, Samudra Hindia. (Foto: Brightside)

Burung Potoo memiliki wajah lucu dan unik. Ia termasuk burung nocturnal, artinya aktif pada malam hari untuk mencari serangga sebagai makanan utama. Potoo berburu serangga sambil bertengger pada batang pohon. Siang hari, burung ini bertengger di bagian ujung batang pohon untuk mengkamuflase tubuhnya sehingga seolah-olah jadi bagian pohon. Potoo memiliki cara bertahan hidup yang unik. Jika merasa terancam, dia akan membekukan dirinya pada batang pohon, tanpa gerakan tubuh apapun, termasuk bernapas. (Foto: Brightside)

Swinhoe pheasant, atau dikenal Pegar. Burung ini memiliki populasi yang sangat kecil karena degradasi habitat. Burung Pegar berjenis jantan dapat tumbuh hingga 31 inci. Warna burung ini sangat cerah dengan dada biru-ungu, putih di bagian tengkuknya, warna merah di bagian kepala serta wajahnya. (Foto: Brightside)

Burung Condor adalah merupakan burung raksasa pemakan bangkai yang hidup di benua Amerika. Beratnya mencapai 15 kg. Dan jenisnya terdapat beberapa subspesies, salah satu subspesies yaitu condor andes atau andean condor. (Foto: Brightside)

The Mandarin Duck (bebek Mandarin) adalah spesies unggas yang terkenal berkat warna bulunya yang unik & terkesan indah. Burung ini asli dari Cina dan Jepang. Dijuluki sebagai bebek paling indah di dunia. Seperti kebanyakan bebek lain, mereka juga akan mencari pasangan dan kawin pada musim gugur. (Foto: Brightside)

(/)