Pria Ini Dulu Melarat, Kini Hartanya Rp 302 Triliun

FotoINET

Pria Ini Dulu Melarat, Kini Hartanya Rp 302 Triliun

Pool - detikInet
Senin, 09 Okt 2017 22:00 WIB

Jakarta - Masayoshi Son dikenal sebagai pebisnis tersukses di Jepang. Kesuksesan ini dicapainya dengan merangkak dari nol. Kisah hidupnya menginspirasi banyak orang.

Masayoshi Son dianggap sebagai legenda hidup di Jepang. Masa lalunya yang tidak begitu beruntung, serta kerja kerasnya hingga menjadi bos Softbank menginspirasi banyak orang. Foto: Getty Images

Masayoshi saat ini dikenal sebagai pebisnis sukses di Jepang. Pria asal Korea ini merupakan pendiri dan CEO Softbank, CEO SoftBank Mobile dan Chairman Sprint Corporation. Ini saat dia bersama CEO Foxconn Terry Gou dan CEO Alibaba, Jack Ma. Foto: Getty Images

Pada 2014, kelahiran 11 Agustus 1957 ini tercatat sebagai orang terkaya di Jepang menurut Forbes, dengan kekayaan bersih senilai USD 19 miliar.  Foto: Getty Images

Data terbaru Forbes, kekayaannya saat ini USD 22,4 miliar atau sekitar Rp 302 Triliun. Foto: Getty Images

Jika melihat masa lalunya, orang-orang akan berdecak kagum memuji keuletannya bekerja. Dia lahir di Tosu, Saga Prefecture, Jepang, di tengah-tengah keluarga imigran Korea yang miskin. Foto: Getty Images

sejak kecil Son harus menghadapi diskriminasi akibat nama belakangnya yang mempertahankan nama keluarga Korea. Saat itu, memang sedang terjadi krisis hubungan di antara Jepang dan Korea.  Foto: Getty Images

Diskriminasi pula yang menjadi batu sandungannya mengejar cita-cita. Sejak kecil, dia ingin menjadi guru, seniman, sampai politisi. Namun karena terganjal diskiriminasi, dia memutuskan untuk mengubah cita-citanya menjadi pebisnis. Foto: Getty Images

Pada usia 16 tahun, Masayoshi pergi ke California, Amerika Serikat (AS) dan menyelesaikan jenjang sekolah menengah dalam setahun. Dia mendapatkan kewarganegaraan AS dan melanjutkan studi dengan mengambil bidang ekonomi dan ilmu komputer di UC-Berkeley. Foto: Getty Images

Ketekunannya mengantarkannya lulus dengan menyandang gelar Bachelor of Arts di bidang ekonomi pada 1980. Setahun setelah lulus, dia kemudian mendirikan SoftBank. Siapa sangka, Softbank dulunya dimulai dari sebuah garasi dengan hanya dua karyawan. Foto: Getty Images

Kini, Softbank menjadi perusahaan telekomunikasi dan internet terdepan di Jepang. Perusahaan yang berpusat di Tokyo ini pun berekspansi dan merambah banyak bisnis dengan berbagai anak perusahaan. Foto: Getty Images

(/)