Deretan Ponsel Jagoan yang Berujung Kegagalan

FotoINET

Deretan Ponsel Jagoan yang Berujung Kegagalan

Pool, - detikInet
Kamis, 13 Okt 2016 10:56 WIB

Jakarta - Selain Galaxy Note 7, sudah ada beberapa model smartphone yang awalnya menjanjikan akhirnya dianggap gagal. Biasanya karena kurang diminati di pasaran.

Di awal peluncurannya, Palm Pre dari Hewlett Packard terlihat menjanjikan dengan sistem operasi WebOS sebagai alternatif Android serta iOS. Namun penjualannya tampaknya tak menggembirakan sehingga tahun 2011, HP memutuskan mematikan seluruh produk WebOS. Foto: Istimewa

BlackBerry Storm dirilis tahun 2008 dan digadang-gadang dapat menghambat laju iPhone. Sayang, layar sentuhnya yang kurang sensitif serta operasional yang lambat membuatnya dianggap sebagai produk gagal. Foto: Istimewa

Dell Streak yang rilis tahun 2005 sebenarnya adalah cikal bakal phablet modern alias ponsel berlayar besar. Sayang, usianya tidak lama, mungkin karena kala itu konsumen belum terbiasa dengan smartphone layar jumbo. Foto: Istimewa

Rilis tahun 2009, Nokia N9 memakai sistem operasi MeeGo,desainnya keren, dan speknya menjanjikan. Tapi mungkin karena OS-nya yang asing, akhirnya tidak banyak peminatnya. Foto: Istimewa

Diluncurkan pada 2010, Microsoft Kin mengusung desain unik dan didesain untuk memudahkan akses ke jejaring sosial. Akan tetapi handset yang diproduksi Sharp ini terbukti sedikit peminatnya dan dimatikan pada 2011. Foto: Istimewa

Diperkenalkan pada 2013, HTC First terintegrasi secara mendalam dengan Facebook dan dijuluki Facebook Phone. Tapi reviewnya buruk dan kameranya kurang bagus sehingga HTC First tidak pernah populer. Foto: Istimewa

Dipasarkan secara global tahun 2011, Xperia Play dari Sony Ericsson awalnya disambut hype sangat tinggi. Desainnya keren dan digadang memuaskan pecandu game mobile. Sayang karena satu dan lain hal, misalnya kurangnya dukungan dari Sony dan spek biasa saja, handset ini akhirnya kurang berkibar. Foto: Istimewa

Sebenarnya Note 7 terindikasi laris manis, tapi apa daya ia rentan meledak sehingga hanya dalam waktu dua bulan, handset kelas atas ini dimatikan oleh sang produsen, Samsung. Foto: Istimewa

(/)