Gita Gutawa Sampai Arkarna Perangi Musik Bajakan di Indonesia

FotoINET

Gita Gutawa Sampai Arkarna Perangi Musik Bajakan di Indonesia

Ardhi Suryadhi - detikInet
Senin, 23 Nov 2015 17:37 WIB

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika memerangi situs yang memuat konten ilegal. Setidaknya sudah 22 situs musik ilegal diblokir. Dalam jumpa pers di Kominfo, hadir deretan musisi menyuarakan dukungannya.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Hukum dan HAM, Badan Ekonomi Kreatif serta Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) menyatakan perang terhadap situs yang memuat konten musik secara ilegal.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Bambang Heru Tjahjono menilai secara teknis untuk melacak pelaku di belakang situs musik ilegal yang beroperasi harusnya mudah dilakukan.

    Ismail Cawidu (paling kiri), Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo menegaskan bahwa pemblokiran bukan tujuan utama. "Yang kita kehendaki adalah untuk menguatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hak cipta," ujarnya.

    "Segera kita laporkan (ke kepolisian) untuk diberikan penutupan permanen. Karena kita kesulitan untuk menelusuri pemilik situs-situs ilegal ini karena banyak yang berdomisili di luar negeri," ungkap Toto Widjojo, Anggota Dewan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

Penyanyi internasional Arkarna pun kompak berpartisipasi memerangi musik ilegal.
Diblokirnya 22 situs musik ilegal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat Nomor HKI.7.HM.01.05-264 tertanggal 15 Oktober 2015 perihal Rekomendasi Penutupan Konten dan/atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta berdasarkan pengaduan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).
Menurut Giring vokalis band Nidji, jika pembajakan musik terus dibiarkan maka ini akan sangat berbahaya bagi industri musik Indonesia. Efeknya tak cuma ke urusan pendapatan dari musisi tetapi juga dari segi kualitas karya yang dihasilkan.
Penyanyi cantik Gita Gutawa turut hadir menyuarakan dukungannya.
Penutupan akses ke situs musik ilegal adalah langkah awal. Selanjutnya, para pelaku di balik situs bajakan tersebut akan dilaporkan ke kepolisian untuk segera diciduk.
     
Kominfo pun telah memerintahkan para penyelenggara jasa internet (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap 22 situs musik ilegal di atas pada tanggal 12 November 2015.
Foto bersama para pettinggi Kominfo dengan beberapa deratan musisi diantaranya Giring Nidji, Gita Gutawa, Govinda, Samsons, 3 Composer, Zivilia, Merpati, The Overtunes, Souvibe, sampai Arkarna.
(/)