Todak, organisasi esports asal Malaysia, mengakhiri perjalanan kompetitifnya. Mereka melakukan transformasi strategis, dari sebuah tim menjadi platform esports lifestyle.
"Di sinilah kita melihat bahwa di dunia e-sports ini sudah banyak perubahan ya, evolusinya yang tadinya mungkin e-sports itu sangat kompetitif, turnamen, liga, tapi kita sudah melihat bahwa e-sports ini menjadi sebuah culture ya, sebuah movement, sebuah culture yang dimana kita merasa lifestyle sudah bagian dari e-sports sekarang," kata Co-Founder dan Presiden Direktur PT Todak Nusantara Group, Shinta W. Dhaniwardoyo, dalam acara Buka Puasa Bersama Todak di SCBD, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (4/3/2026)
Shinta menjelaskan, dari situlah terbit gagasan Todak 2.0, sebagai Global First e-sports Lifestyle Performance Brand. Dirinya menyebut sebagai pertama di dunia, karena menurutnya belum ada brand yang memang khusus memikirkan e-sports dari sisi lifestyle-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kita berharap menjadi brand pertama di dunia untuk melakukan hal tersebut," ujarnya.
Untuk itu Shinta menyebutkan ada tiga pilar yang diusung di Todak 2.0. Pertama, Todak akan mengacu pada Performance Products, yang mana menjadi landasan mereka mempunyai berbagai barang jualan seperti salah satunya kursi gaming, dan menyusul beberapa apparel serta aksesoris.
"Di pilar kedua, kita memang punya komitmen untuk terus mendukung komunitas dan juga kompetisi jadi kita ada Community dan League Partnership, yang dimana kita akan terus mendukung ekosistem dari e-sports sendiri, dari sisi komunitasnya dan juga legalnya.," jelasnya.
Pilar terakhir adalah Cultural dan IP Expansion. Di sini Todak percaya, esports sudah menjadi sebuah budaya, dan ke depannya, akan melalukan kolaborasi dengan sejumlah IP dari sisi fashion, musik, hingga makanan.
Lalu upaya nyata agar bisa tetap berpengaruh di dunia esports, mereka melengkapinya melalui program bertajuk Todak Academy. Program pendidikan ini rencananya akan melakukan pendekatan dengan para pelajar di SMA, SMK, atau Universitas yang juga melibatkan orang tua.
"Karena kita tau ya, esports ini bisa menjadi karir yang menjanjikan. Kalau kita tau sekarang menjadi pro players itu adalah karir yang cukup sangat menjanjikan. Karena prize pool ini udah bisa puluhan juta dolar ya, bukan cuman jutaan dolar, tapi sudah puluhan juta dolar. Yang paling besar tuh pernah ada kalau nggak salah USD 40 juta ya 2021," sambungnya.
Terakhir, Shinta berharap Todak bisa menjadi top of mind untuk esports life style brand. Ia menegaskan juga akan berusaha membuat Todak sebuah brand yang impactful dan meaningful.
"Dan ini kita percaya bahwa kita nanti akan hadir bukan hanya di arena kompetitifnya, tapi kita bisa membangun sebuah cultural movement yang dimana akan membesarkan industri esports di dunia," pungkasnya.
(hps/fay)