Pemimpin proyek yakni David Thomas dari La Trobe University di Melbourne mengklaim, inilah pertama kali sebuah penelitian arkeologis intensif dilakukan dengan data yang diambil dari Google Earth.
Thomas dan dua rekannya dari University of Sidney memakai Google Earth untuk menyelidiki bermacam situs sejarah, yang sudah ataupun yang belum ditemukan di Afghanistan. Berkat internet, mereka tak perlu pergi langsung ke Afghanistan di mana sewaktu-waktu mereka bisa terancam bahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan dari situs itu berada di daerah amat terpencil dan belum diselidiki. Kami menemukan ratusan di antaranya melalui gambar Google Earth," demikian kata Thomas seperti dikutip detikINET dari Smh, Minggu (27/7/2008).
Ingin tahu info seru seputar aplikasi internet? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/fyk)