Kepada detikINET, Senin (14/7/2008), Dimaz mengatakan secara pribadi ia melihat ajang Imagine Cup bukan sebagai kompetisi tapi arena unjuk gagasan bagi para mahasiswa. Dalam kompetisi itu, Dimaz mewakili tim asal Australia karena ia mahasiswa Computer Science & Software Engineering di Swinburne University, Melbourne, Australia.
Sebagai orang Indonesia, Dimaz pun mengaku salut pada kiprah Tim Indonesia di kompetisi itu. "Saya mendukung penuh tim Indonesia. Saya pikir mereka punya ide hebat. Itulah mengapa mereka mendapatkan penghargaan 'The Rural Innovation Achievement Award'," tukasnya melalui surat elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema yang sangat dekat dengan Indonesia, selaku negara agraris, memancing pertanyaan apakah SOAK akan diterapkan Dimaz dan kawan-kawan di Tanah Air. "Kita memang bikin project SOAK untuk bisa dipasarkan di mana saja. Basis kita itu negara dunia ketiga. Kalau bisa dipasarkan di negara dunia ketiga, berarti kemungkinan besar bisa dipasarkan di mana saja," tukas Dimas.
Ia menambahkan, rencana untuk memasarkan SOAK ke Indonesia juga ada. "Ke depannya sih ada rencana buat dipasarkan ke Indonesia. Mengingat petani di Indonesia juga mengalami banyak masalah," tandas Dimaz.
Foto Dimaz Pramudya diambil dari profilnya di Facebook. Tukang Bikin software punya ruang khusus lho di detikINET Forum!
(wsh/ash)