Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Waduh, Obat Aborsi Mudah Didapat di Internet

Waduh, Obat Aborsi Mudah Didapat di Internet


- detikInet

Jakarta - Di sebagian negara, aborsi merupakan sebuah hal tabu dimana dokter dilarang keras untuk melakukan tindakan aborsi bila tidak berkaitan dengan membahayakan nyawa sang ibu hamil.

Sebuah studi medis menemukan, wanita yang tinggal di negara yang melarang keras aborsi namun menginginkan menghabisi umur janinnya, kini beralih ke alternatif membeli obat peluruh janin di internet.

Wanita yang berasal lebih dari 70 negara termasuk Irlandia telah menggunakan sebuah situs untuk membeli obat 2 jenis obat keras seharga 55 poundsterling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situs 'The Woman on Web' yang tidak disebutkan alamatnya tersebut, diketahui memiliki 5 pilihan bahasa. Dijelaskan di situs itu, kedua obat tersebut bila dikombinasikan, diklaim dapat menjadi obat mujarab untuk menggugurkan janin yang berumur lebih dari 9 minggu.

"Jalan ini menjadi akses mudah untuk melakukan aborsi yang aman dan dapat mengurangi jumlah kematian wanita hamil karena melakukan aborsi denga cara yang tidak aman," ujar situs tersebut.

Untuk membeli obat ini, wanita harus mengisi lebih dari 25 pertanyaan menyangkut alasan-alasan mereka ingin melakukan aborsi.

Dari 200 wanita yang melakukan pembelian obat tersebut, 60% menyatakan lega telah melakukan aborsi dengan cara ini.

Pro dan Kontra

Tentunya hal ini menimbulkan pro dan kontra. The Family Planning Association di Irlandia Utara bersikap pro terhadap kemudahan ini. Jubir asosiasi tersebut menyebutkan kepada BBC, hal yang dilakukan situs itu sangat membantu mereka yang mempunyai rencana pembatasan jumlah keluarga.

Sementara grup anti aborsi merujuk ke etika reproduktif menyatakan hal tersebut sangat tidak baik. "Ini sangat meresahkan. Ini menunjukkan pro terhadap menyepelekan nilai dari anak di dalam kandungan," ujar Josephine Quintavalle di radio BBC seperti dikutip detikINET dari TheGuardian (12/7/2008).

Martin Lupton, ketua komite etika dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menyatakan, walau banyak wanita yang merasakan keuntungan dari layanan tersebut, namun layanan ilegal terharap aborsi ini sangat membahayakan jiwa.

(amz/amz)




Hide Ads