Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Perancis mengungkap, pemilu yang memakai sistem penghitungan suara elektronik lebih berpotensi salah hitung ketimbang metode konvensional memakai kertas.
Untuk itulah, seperti dikutip detikINET dari ArsTechnica, Jumat (11/7/2008), disarankan agar sistem e-voting di Perancis diteliti lebih cermat sebelum dipakai. Perlu juga adanya penyelidikan teknis mengapa kesalahan sering terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tersebut dibesut oleh laboratorium komputer Nantes Atlantique dan disponsori lembaga advokasi pemilu, Ethical Group.
Perancis memang sudah lama mengadopsi e-voting, yakni sejak tahun 2004. Namun kehandalan sistem tersebut telah lama dipertanyakan di sana, termasuk adanya masalah sulitnya pengoperasian bagi kaum tua.
Ingin tahu info seru soal komputer? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/ash)