Kandidat presiden AS Barack Obama dan John McCain misalnya, benar-benar memanfaatkan internet untuk meraih simpati. Mereka berkampanye via blog, situs, e-mail, video internet dan tak ketinggalan di YouTube atau Facebook.
Akan tetapi, seberapa efektif kampanye online ini dalam menarik dukungan pada kandidat?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Paul Jones, profesor bidang teknologi di University of North Carolina (UNC), kampanye online bisa tak berpengaruh apapun. Alasannya, orang tetap lebih memperhatikan asal-usul kandidat dan tidak terpengaruh bujuk rayu kampanye di dunia maya.
Namun lain lagi pendapat akademisi UNC lainnya, Kevin Gamiel. Menurutnya, kampanye melalui internet tetap punya efek untuk mempersuasi orang agar menjatuhkan pilihan pada kandidat. Hal ini didukung mudahnya mengakses kampanye politik di internet.
Fenomena Facebook
Di situs jejaring sosial Facebook, Barack Obama punya lebih banyak suporter daripada John McCain. Demikian dikatakan akademisi Brigham Young University, profesor Richard Davis. Namun lagi-lagi dipertanyakan apakah keunggulan ini cukup efektif sebagai sarana untuk mendulang suara.
Menurut Davis, bisa jadi keunggulan di Facebook ini tak akan berarti banyak bagi Obama pada saat hari H pemilu. Pasalnya, kebanyakan pemakai Facebook masih berusia muda yang dalam sejarahnya sering memilih menjadi golput.
Berbagi cerita seru soal internet? Yuk, gabung di detikINET Forum!
(fyk/wsh)