Namun untuk menuju ke sana, kata dia, "idealnya setiap guru dan murid memiliki laptop terlebih dahulu."
Bambang membagi mimpinya ketika ditemui di sela acara peresmian Cooperative Academic Education Program (COOP) Telkom 2008 yang berlangsung di Jakarta (25/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika semua guru dan murid telah memiliki laptop, maka kita tidak perlu lagi laboratorium komputer. Yang ada setiap kelas sudah jadi laboratorium komputer," kata Bambang.
"Kita juga membeli hak cipta buku untuk di-upload melalui Jardiknas yang kemudian bisa di-copy secara bebas," lanjutnya.
Terkait kiprah Telkom yang ikut memajukan pendidikan di Indonesia, salah satunya melalui program COOP, Mendiknas juga sempat menyampaikan apresiasinya yang mendalam.
COOP sendiri merupakan program Belajar Bekerja Terpadu yang dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan praktik dunia kerja.
Menurut Direktur Human Capital and General Affair PT Telkom Faisal Syam, program COOP merupakan strategi pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia yang mengintegrasikan mahasiswa dengan berbagai latar belakang ilmu dari bangku kuliah dengan pengalaman kerja yang produktif.
"Program ini benar-benar sejalan dengan kebijaksanaan Mendiknas tentang 'Link and Match' Perguruan Tinggi dan Dunia Industri," ujarnya dalam rilis, Kamis (26/6/2008).
Program COOP 2008 merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom untuk mengembangkan kualitas pendidikan nasional. Menurut rencana, program COOP akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai 23 Juni dan berakhir 22 September 2008. Pada saat menjalani program tersebut mahasiswa peserta akan diperlakukan sebagai karyawan magang (temporary employee).
Punya cerita menarik seputar teknologi informasi? Sampaikan saja di detikINET Forum.
(rou/ash)