Sistem pengelolaan data yang berbasis teknologi informasi ini diharapkan dapat memaksimalkan pengelolaan data dan memperingkas jalur birokrasi sehingga pelayanan dapat dipercepat.
"Nantinya tidak perlu lagi pakai ketok-ketok pintu untuk menanyakan informasi, jadi aksesnya bisa lebih cepat," ujar Dirjen Imigrasi Depkum dan HAM, Basyir Ahmad Barmawi saat meluncurkan program e-Office di kantornya Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Senin (2/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu data seluruh WNA di Indonesia juga akan dibuat menjadi sistem database yang lengkap dan terpusat. Selain itu sistem informasi ini akan dilengkapi dengan data-data pencekalan yang dengan mudah diakses. "Data-datanya akan dibuat dalam berkas digital," tandasnya.
Punya cerita menarik seputar teknologi informasi? Diskusikan saja di detikINET Forum.
(rdf/ash)