Dilansir detikINET dari Examiner, Kamis (29/5/2008), game yang bertujuan mengajarkan kepada anak cara mengatasi konflik dengan cara damai tanpa menyakiti orang lain ini diciptakan oleh seorang profesor di University of Maryland.
"Melakukan kekerasan dan membunuh orang bukanlah alasan untuk mendapatkan kesenangan. Game kekerasan akan menyebabkan seseorang menjadi kebal terhadap kekerasan," ujar Melanie Killen, seorang profesor dari College Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya siswa yang berebut bermain alat musik. Pemain harus memilih opsi yang tersedia untuk menyelesaikan perkelahian itu, jika pilihannya benar maka pemain akan mendapatkan hadiah huruf-huruf sehingga mereka dapat menyusun alfabet dan memenangkan permainan.
Ingin berbagi cerita tentang game kesayangan? Gabung di detikINET Forum!
(faw/ash)