Namun, sebuah riset baru menyebutkan, cinta yang berawal dari situs perjodohan umumnya tak akan bertahan lama. Hal tersebut karena mereka berakhir dengan memilih seseorang dengan mengandalkan kata hati, tanpa bertatap muka dan mengenal langsung lawannya terlebih dahulu.
Umumnya, para wanita lebih sering salah memilih karena sisi emosionalnya lebih berjalan dari logikanya. Demikian menurut riset terbaru yang digagas oleh sebuah universitas di Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut diungkapkan, wanita lebih mudah terbuai oleh sekedar omongan atau rayuan dari lawan bicaranya, bahkan hanya melalui email atau chatting saja.
"Hanya karena laki-laki pandai merangkai kata di e-mail, bukan berarti mereka adalah teman hidup yang ideal untuk Anda," tandas Bambling.
Menurut riset, tak sedikit para wanita dan lelaki single yang kecanduan berkutat di situs perjodohan. Padahal, belum tentu semua informasi yang diungkapkan mereka benar adanya.
"Tak mungkin mereka menuliskan, saya duda pemabuk yang telah lima kali menikah dan mencari pasangan hidup, pilihlah saya" tutur Bambling.
Menurut periset, ada baiknya para pencari jodoh tidak terlalu lama terbuai dengan hubungannya di internet. Sebaiknya, setelah beberapa kali kontak di internet, langsung saja bertatap muka untuk meyakinkan diri, apakah dia benar-benar untuk Anda.
(amz/amz)