penelitian di Inggris, anak yang membawa gadget-gadget tersebut merupakan sasaran empuk para penjambret.
Penelitian yang dilakukan Design Council tersebut menunjukkan bahwa satu dari delapan anak berusia 11-16 tahun yang membawa gadget menjadi korban penjambretan. Selain itu juga terungkap bahwa satu dari tiga korban pencopetan sedang menggunakan ponsel atau MP3 player saat penjambretan terjadi.
Dari 1000 anak yang disurvei, sekitar 85 persen membawa ponsel mereka sendiri, sedangkan 8 persen mengaku tidak memiliki ponsel sendiri.
Demikian dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Minggu (18/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin memastikan bahwa anak-anak mendapat perlindungan dari tindak kriminalitas dan mendapat dukungan jika mereka menjadi korban," ujar Smith.
Di Indonesia sendiri, fenomena penjambretan gadget juga marak terjadi. Langkah bijaksana yang mungkin bisa ditempuh adalah dengan tidak
memberikan gadget pada anak di bawah umur demi keamanan.
Ingin berbagi informasi tentang tindak kejahatan di dunia maya? Gabung di detikINET Forum! (faw/fyk)