Peserta kuliah berjumlah 2500-an orang. Mereka terdiri dari mahasiswa, anggota parlemen, LSM, pejabat pemerintah, wakil asosiasi bisnis, dan pimpinan perusahaan dari berbagai jenis industri.
Karena jumlah peserta yang sedemikian banyak, acara ini memang membutuhkan ruang kelas yang besar. Maka pihak KADIN (Kamar Dagang Indonesia) sebagai penyelenggara, memilih Hall JCC, Senayan, Jakarta, sebagai ruang kuliah yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB, Jumat (9/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kejadian yang tidak mencerminkan kecanggihan infrastuktur ini, Presiden SBY langsung meminta agar Gates diberi mikrofon pengganti. Spontan petugas naik panggung mengantar mikrofon baru.
"Hello, hello. Aah.. that's great," ujar Gates menguji mikrofon itu dan disambut tepuk tangan mahasiswa yang duduk di balkon.
Usai sesi presentasi singkat dari Tim Aksara ITB tentang perangkat lunak bagi orang buta huruf, acara lalu dilanjutkan dengan tanya jawab. Tapi keterbasan waktu, Mendag Mari Elka Pangestu hanya memberi kesempatan langka ini pada 5 orang yang beruntung.
Mereka adalah Gatot Suwondo (Dirut BNI), Rene P (jurnalis), James Ryadi (CEO Lippo Group), dan dua orang perwakilan mahasiswa. Meski Bill Gates yang jadi dosen, pertanyaan juga ditujukan pada Presiden SBY yakni tentang kebijakan pemerintah untuk dorong pertumbuhan IT di sekolah tingkat menengah.
Apa pendapat Anda soal kedatangan Bill Gates di Indonesia? Diskusikan di detikINET Forum (lh/rou)