"Pasti dia telah berada di luar negeri. Pasti banyak yang memburunya. Apalagi pengakuannya, dia pernah di Amerika Serikat," kata Zulkifli, warga Se-Batang, Palembang yang mengaku sudah beberapa kali nonton video tersebut melalui internet kepada detikcom, Rabu (21/04/2008).
"Kalau tidak lari dari Palembang dan Indonesia, nyawanya terancam lah," imbuhnya. "Ya, Azwirdhi pasti sudah menghitung tindakannya. Saya duga dia pasti menghilang jauh-jauh. Kalau tidak ke luar negeri, pasti sembunyi di hutan di Papua sana," seloroh Robert, teman Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar-benar gila. Dio nekad nian. Apo tidak terpikir soal nasib anaknya. Tapi, sekarang ini dunia sudah gila semua. Aku menyalahkan kedua pihak, kalau itu benar terjadi. Keselahan mereka, sama-sama tidak memikirkan anak-anaknya," kata Sri Haryati, warga Kalidoni lainnya.
Sementara detikcom, sejak kemarin harus melayani kebenaran soal berita itu dari beberapa pihak. "Apa benar selingkuh itu? Kok bisa masuk YouTube?" tanya seorang anggota Dewan kepada detikcom.
Setelah dijelaskan bahwa kebenaran tidak dapat dibuktikan lantaran itu pengakuan sepihak, kecuali dengan jalur hukum dengan menghadirkan tiga pihak, dan soal YouTube merupakan situs video yang dapat diakses siapa pun, si anggota Dewan itu sedikit mengerti.
"Jadi, bukan wartawan YouTube yang membuat dan mengeksposnya," katanya menyimpulkan. Sementara di kalangan pejabat pemerintah Palembang, Senin (21/04/2008) pagi, beredar SMS yang isinya bahwa siang nanti sekitar pukul 14.00, pihak pengacara Azwirdhi akan mengadakan jumpa pers di Jakarta. "Aku bingung, kenapa ada SMS yang masuk memberitahu soal ini," kata si pejabat tadi.
Anda punya kisah unik atau ingin mendiskusikan berita ini? Silakan sampaikan di thread khusus detikINET Forum.
(tw/ash)