Namun tak lama lagi, para bos di perusahaan Australia bakal punya kuasa penuh mengintai atau membaca e-mail pekerja mereka tanpa izin sang empunya secara legal.
Dikutip detikINET dari AFP, Senin (14/4/2008), kebijakan ini tercakup dalam proposal peraturan anti teror baru Australia untuk mencegah serangan cyber berbahaya. Lewat pengintaian e-mail pekerja ini diharapkan, pesan-pesan yang dinilai membahayakan keamanan negara dapat ditangkal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi menurut Deputi Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, proposal ini adalah untuk memastikan perusahaan di Australia aman dari serangan cyber para teroris. Jika tak ada kendala, peraturan itu akan efektif pada tahun 2009.
Sebelumnya dalam peraturan Telecommunicatons Act, hanya agen keamanan pemerintah saja yang berhak mengakses e-mail para pekerja.
"Sekurangnya 90 persen jaringan ada di luar wewenang pemerintah. Perusahaan takkan mampu menangkal serangan jika tidak punya otoritas terhadap pekerjanya," demikian diungkapkan Robert McClelland, Jaksa Umum Australia.
Diskusi lebih lanjut tentang keamanan cyber? Kunjungi detikINET Forum sekarang juga! (fyk/fyk)