Hal itu dikemukakan David Jones, Vice President Global Marketing Friendster dalam jumpa pers di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
David optimistik blokir tak akan dikenakan pada Friendster. "Kami tidak melakukan hosting file videonya. YouTube mungkin diblokir karena hosting video itu di sana," ujar David.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut David ada tiga cara untuk menghalau konten yang berisiko, seperi pornografi dan kebencian. Pertama adalah melalui laporan pengguna, kemudian pemeriksaan khusus pada konten yang populer dan ketiga melalui cara acak.
David yakin proses tersebut cukup handal dalam menghalau konten tersebut. "Kami 99,99 persen bersih," ujarnya.
(wsh/wsh)