Metode pembelajaran unik ini diterapkan di sekolah dasar Chitralada Thailand bagi murid kelas 4 sekolah ini. Pongpanote Phongpanngam, guru sekolah tersebut yang juga pengembang metode ini mengatakan, tujuannya diterapkannya metode ini tak lain adalah untuk menarik minat belajar dan merangsang kreativitas anak.
"Proses pembelajaran yang disajikan disini lebih dari sekedar bermain game, tapi juga menjadi instruktur," ujarnya kepada detikINET di sela acara The Microsoft Partners in Learning (PIL) Regional Innovative Teachers Conference 2008 di Sheraton Hanoi Hotel, Vietnam yang berlangsung 8-11 April 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian ditambahkan musik, efek, dan membuat tantangan berupa pertanyaan untuk memperkuat jalan cerita. Pertanyaan-pertanyaan yang disiapkan seputar pelajaran si anak misalkan terkait matematika, science, sosial dan pengetahuan umum.
"Jadi walaupun pertanyaan ini ditentukan sendiri oleh si anak. Namun, pengguna game ini tidak akan dapat menyelesaikan seluruh permainan sebelum menjawab pertanyaan yang mereka buat sendiri," lanjut Pongpanote.
Tidak hanya menyenangkan, metode ini diklaim juga dapat meningkatkan kreativitas dan menambah pengetahuan bagi si anak didik. "Tapi kita hanya memberikan comand-comand programming yang sederhana saja," tandasnya.
Keterangan foto: Salah satu game RPG ciptaan anak SD di sekolah dasar Chitralada Thailand (atas); Pongpanote Phongpanngam, guru dari sekolah dasar Chitralada Thailand (atas).
Wartawan detikINET Ardhi Suryadhi mengikuti Microsoft Innovative Teachers Conference di Hanoi, 8-11 April 2008. Keberangkatan detikINET ke Vietnam adalah atas undangan dari PT Microsoft Indonesia.
Bagaimana pendapat Anda? Silahkan diskusikan di detikINET Forum.
(ash/dwn)