Barangkali, itulah yang ingin disuarakan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi. Ia menyatakan telah membuat kesalahan besar karena mengabaikan kampanye politik via internet.
Hal ini disinyalir membuat partainya, Barisan Nasional, gagal mempertahankan dominasi dan mengalami penurunan perolehan suara dalam pemilu belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami benar-benar kalah di internet. Kami membuat kekeliruan besar dengan menganggap internet tak penting," demikian Badawi mengakui kesalahannya.
Badawi mengira, kampanye melalui media tradisional sudah cukup. Namun ternyata, kampanye politik via internet juga penting, khususnya untuk menjangkau kaum muda.
Menilik fenomena tersebut, barangkali tak ada salahnya politisi Indonesia juga memperkuat kampanye via internet agar menang pemilu. Siapa tahu?
(fyk/fyk)