Namun, bahasa yang digunakan dalam situs ini -- JuicyCampus.com -- cenderung menjelek-jelekkan, mengandung kebencian dan penghinaan. Misalnya nama julukan, mengumbar kebencian terhadap kaum homoseksual hingga anti Yahudi.
Awalnya, situs gosip ini diluncurkan di tujuh kampus dan kemudian berkembang menjadi lebih dari 50. Seharusnya situs ini tidak diizinkan untuk mempublikasikan konten yang berisi penghinaan, tapi sayangnya tidak ada ketegasan dalam hal ini, sehingga banyak konten yang berisi hinaan muncul di situs tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola JuicyCampus dan pihak pengiklan telah dipanggil penyidik untuk menjelaskan duduk permasalahan. Hasilnya, pihak pengiklan memilih untuk bersikap kooperatif dengan tim investigator dan membatalkan kontrak dengan JuicyCampus.
Sementara itu, penyelenggara JuicyCampus berusaha membela diri dan mengatakan bahwa situsnya juga memiliki dampak positif bagi kampus karena dapat menjadi hiburan sekaligus wadah berekspresi, demikian seperti dikutip detikINET dari Canoe, Kamis (20/3/2008). (ash/ash)