Pasalnya, di situs berbagi video milik Google ini, berbagai potongan klip dari situs-situs media luar negeri ramai di-posting. Hal ini justru berbanding terbalik dengan situs berbagi video yang berbasis di China seperti 56.com, youku.com dan tufou.com yang tidak mengekspos gejolak di Tibet.
Meskipun pemerintah komunis China memperluas penggunaan internet untuk kepentingan pendidikan dan bisnis, sensor ketat terhadap internet tetap diberlakukan. Khususnya untuk konten yang berisi informasi sensitif seperti perlawanan terhadap pemerintah atau pornografi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini jumlah populasi pengakses internet di China telah menembus angka yang fantastis, yakni lebih dari 210 juta orang. Angka ini dilaporkan telah mengungguli Amerika Serikat sebagai sang adidaya baru di dunia maya. (ash/ash)