Hal itu terungkap dalam laporan survei lembaga pengamat software AS, SRG. Sebanyak 68 persen responden menyatakan menderita rasa cemas ketika terpisah dari perangkat teknologi. Bahkan 27 persen di antaranya mengaku dilanda kecemasan akut.
Temuan dari studi ini diantaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 63 % menyukai status sebagai orang yang bisa dihubungi di mana saja
- 63 % pemakai BlackBerry menggunakan perangkat mereka di kamar mandi
- 37 % persen pemakai laptop mengutak atik perangkatnya di tempat tidur secara rutin
Alasan utama mengapa ketergantungan akan teknologi makin melonjak yaitu:
- Keamanan: 79 % responden setuju situasi keamanan makin rentan sehingga dibutuhkan perangkat teknologi
- Informasi: Orang-orang merasa ketinggalan informasi jika tak terkoneksi dengan internet
- Kehidupan sosial: Khususnya bagi kaum muda, mereka merasa ketinggalan kereta dari teman sebaya jika tak punya akun di Facebook atau MySpace.
- Alat bantu: Orang menyimpan banyak data di handset sehingga hampir mustahil untuk hidup tanpanya
Data laporan ini disusun dalam periode bulan Oktober 2006 sampai Februari 2008. Sebanyak 5000-an responden dilibatkan dengan umur 12 tahun ke atas. Dikutip detikINET dari Cellularnews, Jumat (14/3/2008), sampel yang diikutsertakan dalam studi dinyatakan mewakili keseluruhan populasi AS.
(fyk/fyk)