Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sebut Polisi Sampah, Blogger Diancam Dicekal

Sebut Polisi Sampah, Blogger Diancam Dicekal


- detikInet

Moscow - Blogger memang dikenal dengan kebebasan berekspresinya. Namun jika suara yang diutarakan sudah menjurus kepada penghinaan, pastinya bakal membuat pihak berwajib tak tinggal diam.

Apalagi pihak yang menjadi bahan hinaan tersebut adalah polisi sendiri, semakin geram lah mereka terhadap si pelaku. Kasus yang terjadi di Rusia ini akhirnya menghadirkan ancaman 'hadiah' pencekalan bagi si blogger.

Kasus seperti ini merupakan yang pertama di Rusia. Blogger bernama Savva Terentyev ini diringkus lantaran mengirimkan postingan di sebuah forum pada bulan februari lalu, yang berisi kritik dan hinaan bagi polisi karena memerangi koran oposisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (polisi-red.) adalah sampah, oleh karena itu menjadi polisi berarti menjadi sampah, bodoh, tidak berpendidikan seperti binatang," tulis Terentyev dalam postingannya, yang dikutip detikINET dari canoe, Jumat (14/3/2008).

Selan pencekalan, jika terbukti bersalah Terentyev juga harus membayar denda sebesar USD 12.600 atau sekitar Rp 115 juta.

Di Rusia, media mainstream berisi kritik memang banyak yang disumpal. Stasiun televisi dikendalikan pemerintah atau korporasi, sensor diberlakukan. Akibatnya, internet dipilih menjadi wadah kritik bagi pemerintah.

Mulai dari blog, media online, ruang chatting serta layanan internet lainnya digunakan sebagai media kritik alternatif. Oleh karena itu, pemerintah Rusia kini tengah berusaha meredam gerakan-gerakan tersebut. (ash/ash)





Hide Ads