Apalagi pihak yang menjadi bahan hinaan tersebut adalah polisi sendiri, semakin geram lah mereka terhadap si pelaku. Kasus yang terjadi di Rusia ini akhirnya menghadirkan ancaman 'hadiah' pencekalan bagi si blogger.
Kasus seperti ini merupakan yang pertama di Rusia. Blogger bernama Savva Terentyev ini diringkus lantaran mengirimkan postingan di sebuah forum pada bulan februari lalu, yang berisi kritik dan hinaan bagi polisi karena memerangi koran oposisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selan pencekalan, jika terbukti bersalah Terentyev juga harus membayar denda sebesar USD 12.600 atau sekitar Rp 115 juta.
Di Rusia, media mainstream berisi kritik memang banyak yang disumpal. Stasiun televisi dikendalikan pemerintah atau korporasi, sensor diberlakukan. Akibatnya, internet dipilih menjadi wadah kritik bagi pemerintah.
Mulai dari blog, media online, ruang chatting serta layanan internet lainnya digunakan sebagai media kritik alternatif. Oleh karena itu, pemerintah Rusia kini tengah berusaha meredam gerakan-gerakan tersebut. (ash/ash)