"Dunia memang sudah berubah. Manusia masa kini butuh segala sesuatu secara cepat dan instan, termasuk dalam hal berita," ungkap Sapto Anggoro, anggota Dewan Redaksi Detikcom di acara seminar 'Media Online, Media Masa Depan' di Resto Dixie, Yogyakarta, Sabtu (8/3/2008).
Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, Sapto mengamini bahwa media online pamornya akan terus menanjak. Namun demikian, bukan berarti media cetak akan segera punah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antara media cetak dan media online memang akan terjalin sebuah konvergensi, saling melengkapi satu dengan yang lain," papar Raihul Fadjri.
Masih menurut Fadjri, kelebihan media online yang bisa menyajikan berita secara cepat dan real time, memang takkan bisa ditandingi media cetak. Karena itu untuk bisa bertahan, media cetak harus membuat berbagai perubahan. Perubahan ini misalnya dengan membuat ukuran koran lebih kecil untuk menarik minat sekaligus memudahkan konsumen membacanya.
Belajar dari Pengalaman
Keyakinan bahwa media cetak takkan punah, juga dilandasi oleh kasus masa lalu. Misalnya, ketika muncul media televisi, radio sebagai teknologi yang lebih usang ternyata tidak ditinggalkan pendengarnya.
Meski demikian, tak menutup kemungkinan media cetak suatu saat nanti memang akan sepenuhnya digantikan oleh media online. Hal ini seiring dengan semakin maju dan murahnya teknologi pendukung.
"Jika teknologi nantinya semakin murah, orang akan mengakses segala sesuatu termasuk berita, cukup melalui ponsel saja misalnya," tandas Sapto.
(fyk/ash)