Menurut biro penelitian Juniper Research, kemungkinan besar bisnis layanan seperti ini akan memiliki potensi pendapatan US$ 1,5 miliar dalam lima tahun ke depan.
Memang jika dibandingkan dengan tipe layanan mobile untuk dewasa lainnya, Juniper menyatakan bahwa layanan video porno lebih populer. Melalui layanan video chat, konsumen bisa berinteraksi dengan lawan jenis via handset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan, ledakan video chat porno ini didukung oleh penetrasi layanan 3G yang terus meningkat. Di pasar-pasar yang sedang berkembang, layanan 3G diharapkan akan meningkat sampai 25 persen pada akhir 2008.
Karena itulah, akan terdapat peluang besar untuk mengembangkan bisnis layanan video chat secara live. Area Eropa Barat diperkirakan akan menjadi pasar terbesar dengan potensi pendapatan sebanyak US$ 453 juta pada tahun 2012.
Masih menurut laporan Juniper Research ini, layanan video chat porno akan memperoleh sepertiga pangsa pasar total dalam bisnis pornografi mobile di tahun 2012 itu. Seperti dikutip detikINET dari VNunet, Kamis (21/2/2008), pada tahun 2007, capaiannya baru sebesar 8 persen.
(fyk/fyk)