Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Game Kekerasan Diduga Picu Penembakan Brutal

Game Kekerasan Diduga Picu Penembakan Brutal


- detikInet

New York - Peristiwa penembakan maut yang terjadi di North Illinois University, Amerika Serikat (AS) menewaskan lima orang mahasiswa. Pelaku yang bernama Stephen Kazmierczak, diduga terpengaruh video game tembak menembak 'Counter Strike', sehingga ia terinspirasi melakukan aksinya tersebut.

Stephen yang pernah mendapat perawatan atas gangguan jiwa ini, dilaporkan teman seasramanya sebagai seorang penyendiri dan terobsesi dengan video game bernuansa kekerasan. Dia lebih suka mengasingkan diri daripada berkumpul bersama teman-temannya.

"Dia bermain banyak video game, terutama sekali 'Counter Strike'," demikian kesaksian dari teman seasramanya, Ben Woloszyn seperti dikutip detikINET dari New York Post, Selasa (19/2/2008). Dalam game 'Counter Strike', pemain diharuskan menjadi pelaku teroris atau aparat keamanan yang harus saling bunuh dengan senjata api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dunia nyata, Stephen juga membeli senjata api yang mirip dengan yang terdapat di 'Counter Strike'. Menurut pihak kepolisian, dia membeli senjata api secara legal beberapa hari sebelum melakukan aksi penembakan mautnya yang memakan korban tewas. Stephen sendiri akhirnya bunuh diri setelah melakukan aksinya itu.

Sebelumnya, game 'Counter Strike' juga diduga mempengaruhi penembak maut lainnya, Seung Hui Cho, yang melakukan penembakan brutal di Virginia Tech University pada tahun 2007.Namun dugaan ini akhirnya dimentahkan dalam sebuah penelitian resmi oleh otoritas. (fyk/fyk)







Hide Ads