Stephen yang pernah mendapat perawatan atas gangguan jiwa ini, dilaporkan teman seasramanya sebagai seorang penyendiri dan terobsesi dengan video game bernuansa kekerasan. Dia lebih suka mengasingkan diri daripada berkumpul bersama teman-temannya.
"Dia bermain banyak video game, terutama sekali 'Counter Strike'," demikian kesaksian dari teman seasramanya, Ben Woloszyn seperti dikutip detikINET dari New York Post, Selasa (19/2/2008). Dalam game 'Counter Strike', pemain diharuskan menjadi pelaku teroris atau aparat keamanan yang harus saling bunuh dengan senjata api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, game 'Counter Strike' juga diduga mempengaruhi penembak maut lainnya, Seung Hui Cho, yang melakukan penembakan brutal di Virginia Tech University pada tahun 2007.Namun dugaan ini akhirnya dimentahkan dalam sebuah penelitian resmi oleh otoritas. (fyk/fyk)